Breaking News
Home >> Kutai Kartanegara >> Nama Kasatpol PP Kukar Dicatut
DICATUT: Kasatpol Kukar Fida Hurasani menanyakan langsung ke pedagang untuk membuktikan informasi tentang pencatutan namanya oleh sejumlah oknum yang meminta-minta uang.
DICATUT: Kasatpol Kukar Fida Hurasani menanyakan langsung ke pedagang untuk membuktikan informasi tentang pencatutan namanya oleh sejumlah oknum yang meminta-minta uang.

Nama Kasatpol PP Kukar Dicatut

Pungli Pedagang, Apek Minta Bukti

TENGGARONG – Kepala Satpol PP Kutai Kartanegara, Fida Hurasani geram lantaran ada oknum tidak bertanggung jawab yang mencatut namanya melakukan pungutan liar (pungli) kepada sejumlah pedagang kaki lima.
“Saya ada mendengar selentingan di tengah masyarakat tentang adanya oknum-oknum anggota Satpol PP yang melakukan hal-hal yang tidak pantas. Saya terus memantau sepak terjang anggota di lapangan, semoga tidak ada yang terlewat,” kata Apek, sapaan akrabnya.
Akhirnya pada Jumat (18/11) lalu Fida menggelar inspeksi mendadak (sidak) menemui pedagang-pedagang yang berada di sepanjang turap Jl KH Muksin dan Wolter Mongisidi, Tenggarong. Sidak ini untuk mencari kebenaran kabar yang sudah mencemarkan namanya tersebut.
Dan ternyata kabar tersebut benar, namun Apek tidak percaya begitu saja pengakuan dari para pedagang tersebut, sebab ketika diminta menunjukkan bukti, baik rekaman atau foto, para pedagang tidak memilikinya dan cendrung tertutup.
“Tapi saya juga perlu bukti, di sini peran warga juga sangat kami perlukan untuk membuktikan dengan merekam atau mencatat apabila ada oknum-oknum anggota Satpol PP yang berbuat di luar prosedur. Ini sudah lama saya lakukan, jauh sebelum ada program Saber Pungli dari Pak Presidan,” tegas Apek.
Apek merasa selama ini dirinya tidak pernah memerintahkan anggotanya untuk memungut biaya dalam bentuk apapun terhadap pedagang tersebut. Sehingga dalam setiap kali penertiban dirinya tidak pernah canggung karena selama ini tidak menerima imbalan dari pedagang.
“Saya tidak pernah memerintahkan dalam bentuk apapun yang sifatnya pungutan-pungutan. Makanya apabila ada penertiban kita tidak canggung karena saya merasa tidak pernah menerima atau meminta imbalan,” tegas Apek.
Pihaknya selama ini sudah sangat kooperatif dengan pihak pedagang yang ingin membuka usaha, khususnya yang menggunakan fasilitas umum seperti parkiran dan trotoar.
“Kontak membantu pedagang ya sekedar membantu, tanpa ada pungutan atau imbalan. Saya akan kejar oknum-oknum yang berbuat seperti itu,” pungkasnya. (ale)