Home >> PPU - Paser >> Narkoba Mulai Sasar ABG PPU

Narkoba Mulai Sasar ABG PPU

PENAJAM – Tindak pidana Narkoba di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), ternyata saat ini tidak saja menyasar pada warga berusia dewasa saja, tetapi kini telah menjadi Anak Baru Gede (ABG) di wilayah PPU sebagai sasaran pengguna dan pengedarnya.
Demikian diungkapkan Kapolres PPU, AKBP Teddy Ristiawan melalui KBO Sat Resnarkoba, Ipda Singgih Supriyatmoko, kepada Koran Kaltim, Kamis siang (24/11) Kemarin.
“Tingginya angka penyalahgunaan narkoba di Kabupaten PPU, pelakunya bukan saja dari golongan warga berusia dewasa, tetapi kini pelakunya juga ada yang masih ABG,” katanya.
Untuk diketahui, lanjutnya, pada tahun 2015 kemarin jumlah tersangka total tersangka sebanyak 36 orang semua berusia dewasa, namun di tahun 2016 ini dari 85 tersangka yang berhasil diamankan tiga tersangka diantarannya adalah ABG
“Tahun 2015 kemarin semua tersangka berusia dewasa, tetapi pada tahun ini terdapat tiga ABG atau anak di bawah umur terjerat narkoba baik sebagai penggunanya maupun sebagai kurir pengedar,”katanya.
Dibeberkannya, tiga ABG atau anak di bawah umur tersebut yakni, Ar berusia 17 tahun, Hr berusia 17 tahun dan terakhir Ya masih sangat muda yakni 16 tahun. Mereka diamankan karena terbukti memiliki narkoba jenis sabu – sabu (SS) beberapa waktu lalu.
Untuk diketahui, lanjutnya, ketiga pelaku tindak pidana narkoba yang masih di bawah umur tersebut saat ini sedang menjalani masa rehabilitasinya berdasarkan keputusan hasil sidangnya, harapannya ketiga anak itu tidak kembali terjun dalam dunia hitam Narkoba.
Diberitakan, jumlah kasus permasalahan terhadap anak di bawah umur di Kabupaten PPU, tahun ini memang mengalami tren peningkatan dibandingkan tahun 2015 kemarin. Dimana tahun 2016 terdapat 23 orang, tiga diantaranya karena terlibat narkoba, sedangkan pada tahun 2015 kemarin jumlahnya hanya mencapai sembilan orang saja. Demikian dibeberkan, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak pada Kantor Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (KB-PP) PPU, Nurkaidah, kepada Koran Kaltim, Selasa siang (22/11) lalu.
“Melihat tren ini kami mengmbau kepada orangtua, untuk lebih waspada dalam mengawasi dan menjadikan beberapa kasus hukum yang melibatkan anak dibawah umur sebagai pembelajaran, serta memberikan kepedulian yang lebih untuk anaknya. ini tugas kita bersama, bagaimana mencegah hal – hal negatif bagi anaknya,”tegasnya.(nav)