NasDem Kaltim Percaya Diri Tatap Pilgub

0
11
Harbiansyah Hanafiah

Sudah Siapkan Calon, Bakal Bersaing dengan Rita Widyasari

SAMARINDA – Kepercayaan diri Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Kaltim bisa dibilang mulai naik. Kehadiran sesepuh Golkar Kaltim, Awang Faroek Ishak diklaim turut mendongkrak semangat kader. Jika kondisi tetap bertahan, bukan tak mungkin pada suksesi gubernur mendatang, sejumlah petinggi NasDem bulat akan bersaing melawan Rita Widyasari yang juga nakhoda Golkar Kaltim.
“Bergabungnya Awang Faroek pastinya mengubah peta politik pilgub. Tadinya kan Golkar yang kuat, nanti pasti akan berubah. Sudah pasti kita akan mengusung calon yang berseberangan dengan Rita (Widyasari),” sebut Ketua NasDem Kaltim, Harbiansyah Hanafiah, kepada wartawan, kemarin.
Belakangan, NasDem Kaltim intens terlibat penjajakan koalisi bersama PKB, PPP, Demokrat, bahkan kabarnya bersepakat mengusung Ketua Demokrat Kaltim, Syaharie Jaang sebagai calon Gubernur. Kehadiran Awang Faroek pun disebut memiliki efek positif dalam langkah pemenangan. Dari empat parpol, Jaang mengantongi 14 kursi di parlemen Kaltim, terdiri Demokrat 5 kursi, PKB (4), PPP (3) dan NasDem (2). Itu sudah bisa menjadi modal untuk mengantarkan calonnya melenggang ke KPU menuju pendaftaran pemilihan gubernur Kaltim.
Mengacu pada ketentuan, pasangan yang akan maju dalam suksesi Kaltim1 sejatinya didukung 11 kursi di DPRD Kaltim. Tapi Harbiansyah masih belum mau mengungkap figur yang akan didorong melawan Bupati Kutai Kartanegara itu.
“Sosok calonnya sudah ada di otak, cuma belum kita keluarkan. Karena NasDem kan cuma dua kursi, jadi kita akan bicara ke beberapa partai nanti. Tapi yang jelas yang terbaik lah calonnya,” kata Harbiansyah.
Kendati Awang Faroek digadang-gadang menguatkan perjuangan memenangkan Syaharie Jaang, namun tidak kalah dengan Rita Widyasari, yang mendapat sinyal dukungan dari mantan Gubernur Kaltim, Yurnalis Ngayoh.
Sebagaimana diungkapkan beberapa waktu lalu, Ngayoh menilai Bumi Etam saat ini tidak hanya perlu regenerasi kepemimpinan, tetapi juga saatnya mendorong figur perempuan, seperti Rita Widyasari. “Saya lebih condong ke Rita Widyasari (Bupati Kukar). Regenerasi harus ada, memang harus yang muda karena cara berfikirnya kan juga lain. Saya melihat di Kukar, cukup bagus. Apa (Ilmu) yang diperoleh dia langsung diterapkan di lapangan. Sesuatu hal yang luar biasa dan ini dilakukan oleh seorang perempuan,” ungkapnya belum lama ini. (sof215)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here