Home >> Utama >> Nikmati Dana Hibah Rp800 Juta
Suwanto

Nikmati Dana Hibah Rp800 Juta

Diduga Korupsi, Ketua Ormas P4-KT jadi Tersangka

SAMARINDA – Satu lagi kasus dugaan penyelewengan uang negara bersumber dari dana hibah Pemprov Kaltim berhasil diungkap Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satuan Reskrim Polresta Samarinda. Kali ini, polisi menetapkan status tersangka terhadap Ketua Ormas Persatuan Pemuda Pro Pembaharuan Kalimantan Timur (P4-KT) atasnama Suwanto. Pria berusia 26 tahun itu diduga menikmati uang senilai Rp800 juta yang diperoleh organisasinya dari APBD Kaltim 2011 lalu.
Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Sudarsono mengatakan, berawal dari laporan masyarakat, polisi mulai lakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan korupsi sejak tahun 2015 itu.
“Setelah ditemukan ada indikasi korupsi, status penyelidikan dinaikkan ke penyidikan. Pada bulan Februari 2016 lalu,” ujar Sudarsono kepada awak media, Kamis (13/10).
Setelah periksa belasan saksi, polisi akhirnya menetapkan Suwanto sebagai tersangka. Polisi telah limpahkan berkas perkara dan tersangka ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Samarinda pada Kamis (6/10) lalu. Sudarsono menjelaskan, sebagai ketua organisasi P4-KT, awalnya ajukan proposal bantuan hibah ke biro sosial Setprov Kaltim sesuai surat nomor 28/P4-KT/1/2011, tertanggal 12 Januari 2011. “Yang diajukan di proposal Rp1 miliar. Yang disetujui Pemprov Kaltim Rp800 juta,” katanya.
Dana Rp800 juta itu dicairkan biro keuangan setprov Kaltim ke rekening atasnama organisasi P4-KT tanggal 28 Desember 2011. “Dana hibah sudah masuk sudah ditarik semua. Sampai saat ini, Suwanto tak ada laporan pertanggung jawaban (LPj),” tutur Sudarsono.
Mantan Kapolsekta Kawasan Pelabuhan Samarinda itu melanjutkan, awalnya dana hibah tersebut akan digunakan untuk penanaman pohon di kawasan Makroman, Kecamatan Sambutan dan kegiatan sosial pelatihan pertanian. Dalam keterangannya, beber Sudarsono, Suwanto mengaku awalnya memberikan uang tersebut kepada seseorang berinisial LT, kemudian hanya diberi Rp40 juta.
Namun, saat dipanggil sebagai saksi, LT membantah pernyataan Suwanto. “Tersangka (Suwanto, Red) mendapat uang melalui rekening organisasi tersebut yang pengrurusan dibantu LT. Saat ini, LT berada di Lembaga Pemasyarakatan terkait korupsi dan hibah yang sebelumnya,” tuturnya.
Atas dugaan korupsi itu, polisi menjerat Suwanto dengan pasal 2 dan 3 UU 31/1999 diubah dan ditambah jadi UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tipikor. (dor)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*