Kandungan Gizi Durian
Jumlah Per 100 g
Kalori (kcal) 147
Jumlah Lemak 5 g
Kolesterol 0 mg
Natrium 2 mg
Kalium 436 mg
Jumlah Karbohidrat 27 g
Serat pangan 3,8 g
Protein 1,5 g
Vitamin A 44 IU Vitamin C 19,7 mg
Kalsium 6 mg Zat besi 0,4 mg
Vitamin B6 0,3 mg Vitamin B12 0 µg
Magnesium 30 mg
Oktober, Realisasi Pajak Capai Rp298 M

Oktober, Realisasi Pajak Capai Rp298 M


korankaltim
korankaltim
2016-10-07 05:05:31
Optimistis di Sisa Tiga Bulan Target Tercapai



BALIKPAPAN-Perolehan pajak menjadi tulang punggung penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Balikpapan untuk menopang pembangunan di tengah defisit anggaran yang berjalan selama 2016 ini.

Catatan Dispenda Balikpapan Hingga Rabu (5/10), dari 11 jenis pajak, baru terealisasi Rp 298,487 miliar atau 78 persen dari target Rp 382,567 miliar.

Sekretaris Dinas Pendaptan Daerah (Dispenda) Balikpapan, Ahdiansyah mengatakan, terus mengenjot pendapatan pajak hingga mencapai maksimal. Karena itu, sejak 1 Oktober-3 November 2016 mendatang, pihaknya bekerja sama dengan Satpol PP, Kecamatan, Kelurahan serta pihak terkait seperti BLH, Perizinan dan SKPD lainnya melakukan penyisiran di tempat-tempat wajib pajak yang belum terdata ataupun belum membayarkan pajaknya. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan perolehan PAD 2016.

“Kita lakukan penyisiran ke warung-warung, restoran maupun wajib pajak lainnya termasuk hotel. Hari ini kita menyisir di wilayah Balikpapan Utara, dan kemarin di wilayah Balikpapan Tengah, kita bentuk posko di masing-masing kecamatan,” terangnya, Kamis (6/10)

Dengan penyisiran ini diakui respon wajib pajak sangat tinggi namun ada juga yang enggan untuk membayar pajak. “Kalau dia tidak membayar kita tempelkan stiker bahwa restoran ini atau usaha ini belum membayar pajak. Nanti bisa kena 35 persen. Tapi bagi yang sudah bayar kita berikan pula stiker yang bunyinya tempat ini sudah membayar pajak 10 persen,” tandasnya.

Bagi pelaku usaha yang bandel dengan tidak membayarkan wajib pajaknya kepada pemerintah kota, pihaknya masih memberikan pengertian dan sosialisasi agar para pelaku tersebut paham akan aturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

“Ada yang bandel, pasti ada yang seperti itu tapi kami memberikan pengertian lah bagi mereka. Artinya kami mengimbau, belum penindakan. Kami mengimbau sesuai tata cara mainnya, ada sosialisasi dan lain sebagainya lalu menindak,” terangnya.

Ahdiansyah menjelaskan, potensi pajak untuk restoran maupun pemilik warung makanan cukup tinggi. Dia menegaskan, setiap pemilik usaha warung makanan atau restoran yang mencapai omset Rp 42 juta selama satu tahun, maka dikenakan wajib pajak sebesar 10 persen. “Kita tidak melihat jenis kegiatannya tapi kalau restoran atau rumah makan yang sudah penuhi omzet ya dia wajib bayar pajak ke pemkot,” tandasnya.

Ia menegaskan, pihaknya tidak akan memberikan toleransi bagi setiap wajib pajak tak terkecuali pemilik restoran maupun warung makanan yang mencapai omset Rp 42 juta, namun enggan membayar pajak. “Kita mengacu pada aturan yang berlalu, sanksi hukum akan diberikan bagi yang enggan membayar pajak. Tapi selama ini respon mereka cukup baik,” katanya. (din)

loading...

baca LAINNYA

korankaltim
korankaltim
2 months ago | dibaca 390 kali
img