Boo untuk Balotelli


korankaltim
korankaltim
Koran Kaltim     2 months ago     363 kali
img HARUS DIBUKA: Saat Mario Balotelli berkonfrontasi dengan pengawas pertandingan terkait perban di tangannya, saat itulah Napoli berhasil mencetak gol ke gawang Nice.

NICE – Mario Balotelli didatangkan Nice setelah kontraknya tak diperpanjang di AC Milan tahun lalu dengan harapan bisa mengangkat prestasi klub Prancis yang berlaga di Ligue 1 tersebut, termasuk saat tim melakoni leg kedua babak playoff Liga Champions Rabu (23/8) dinihari kemarin kontra Napoli.

Setelah tak tampil di leg pertama pekan lalu karena cedera, alih-alih mengangkat performa tim, Balotelli malah harus mendapat ejekan dari fans sendiri akibat ulahnya. Nice sendiri dituntut membalikkan keadaan setelah tertinggal 0-2 di leg pertama ketika bermain di Naples. Apa daya, permainan Balotelli jauh dari harapan.

Digadang bisa jadi ancaman serius wakil Italia di laga tersebut, nyatanya tak ada aksi Balotelli yang membahayakan gawang lawan, hal mana yang membuat pelatih Nice Lucien Favre harus menariknya keluar lapangan pada babak kedua menit 77. 

Ironisnya, sebelum diganti mantan pemain timnas Italia itu terlibat konfrontasi dengan pengawas pertandingan menit 48 yang mempersoalkan perban putih di tangan kanannya yang disinyalir digunakan untuk menutup gelang yang dikenakannya. Saat itulah ketika Balotelli adu argument dan dipaksa melepas perban, Jose Callejon berhasil mencetak gol pembuka untuk tim tamu,  gol ke-10 Callejon untuk Napoli di kompetisi Eropa. Kondisi ini yang membuat Balotelli mendapat “boo…” dari fans Nice terlebih saat ditarik keluar lapangan si pemain terlihat marah dan berjalan santai seolah tak rela diganti.

Setelah gol Callejon, gol kedua Il Partenopei tercipta menit 89 lewat kaki Lorenzo Insigne, membuat skor 0-2 dan aggregate gol 0-4 untuk Napoli untuk memastikan lolos ke fase grup sekaligus mengakhiri kutukan tim Italia yang lolos dari babak playoff Liga Champions. Sebelumnya, dalam tujuh musim terakhir hanya satu tim dari Italia yang berhasil lolos ke fase grup yaitu AC Milan.

“Kami bekerja dengan baik, karena inilah jalan kami untuk meraih hasil. Jika kami berusaha untuk meredam tekanan, kami akan mendapatkan masalah. Jadi, kami datang ke sini, bermain dengan garis pertahanan tinggi, menyerang, dan saya pikir kami melakukannya dengan baik,”

ujar Maurizio Sarri, arsitek Napoli kepada Mediaset Premium. “Liga Champions adalah hadiah yang pas untuk sebuah tim yang musim lalu meraih 86 poin,” kata Sarri lagi.

Di Liga Champions musim lalu, Napoli mencapai babak 16 besar sebelum akhirnya dihentikan tim juara, Real Madrid. “Masih terlalu dini untuk tahu apakah kami bisa menutupi kekurangan-kekurangan kecil pada musim lalu. Tapi, selalu sulit untuk memangkas jarak dengan klub-klub besar,” ujar Sarri.

Sementara Lucien Favre enggan berkomentar banyak, termasuk soal Balotelli. “Saya tidak ingin membicarakan tentang performa dia,” kata Favre. “Mario tidak bermain dengan baik dan seharusnya saya menarik dia lebih awal. Dia memang tidak cukup bagus pada malam ini. Saya tidak tahu apa yang terjadi pada gol pertama. Saya hanya melihat ada sesuatu di antara Balotelli dengan ofisial.” kata Favre yang mengaku mengeluhkan sikap sang pemain saat ditarik keluar lapangan. (fi)



loading...

baca LAINNYA