Membangun Personal Branding


korankaltim
korankaltim
Koran Kaltim     1 month ago     137 kali
img

JAKARTA-Masih ingatkah salah satu kesantunan yang diajarkan saat kecil “Ayo salam dulu”, lalu kita menyodorkan tangan, memperkenalkan diri dan menyebutkan nama kita?

Banyak hal santun yang telah diajarkan kepada kita tetapi sering kali kita terlupa dengan hal-hal kecil tersebut yang sebenarnya dapat memberikan banyak pengaruh akan persepsi yang terbentuk pada diri kita. Terutama di dalam dunia profesional, seakan mannerism itu sudah diharapkan untuk dimiliki oleh setiap profesional.

Pernahkah Anda merasa seorang profesional tidak memiliki manner pada saat mereka tidak menuruti aturan pada setiap kesempatan yang mengharuskan mereka antri? Pada saat menaiki tangga berjalan, mereka dengan gegabahnya menyerobot masuk untuk naik tanpa mengindahkan orang lain? Memasuki pintu masuk berputar atau bahkan pada saat membuka dan menutup pintu masuk?

Hal ini selain dapat menggangu dan mungkin saja mencelakakan orang lain, sebenarnya akan menjadi cerminan seorang profesional, apalagi bila Anda mewakili sebuah insitusi penting.

Di sini Anda tidak diharapkan untuk selalu membukakan pintu kendaraan bagi rekan wanita Anda, tetapi lebih kepada hal-hal kecil yang ada di sekeliling kita, yang dapat kita terapkan langsung pada saat berinteraksi dengan sesama rekan profesional, klien, bahkan atasan Anda.

Orang Asia, terutama Indonesia cenderung dikenal memiliki nilai santun yang sangat tinggi. Hal inilah yang kadang membuat kita berpikir, “kok masih ya ada orang yang tidak santun, memangnya tidak pernah diajarkan?”

Di dalam situasi profesional atau lingkungan kerja, ada beberapa hal mendasar yang dapat mencerminkan profesionalisme Anda terutama bila sedang bersama atasan, ataupun rekan kerja. Hal tersebut seringkali terlupakan bahkan sering kali diabaikan semata-mata karena Anda lupa, diburu oleh waktu maupun karena terlalu sibuk melakukan percakapan di telepon genggam.

Bila Anda melakukan hal-hal berikut ini, persepsi tentang Anda tidak akan langsung berubah seketika. Tetapi bila dilakukan secara konsisten, hal-hal ini dapat membantu Anda untuk mendapatkan pandangan lebih positif dari rekan kerja bahkan atasan yang dapat membantu penilaian untuk meraih jenjang karir berikutnya:


1. Hindari memotong pembicaraan rekan Anda terutama saat mereka sedang memberikan pendapat. Perhatikan betul makna dari The art of listening. Kalimat tersebut mengharapkan Anda untuk mendengarkan dengan menyimak pebicaran dan bukan untuk langsung menjawabnya. Dengan menyimak Anda akan dapat memahami lebih baik apa yang mereka utarakan atau bahkan permasalahan mereka hadapi yang mungkin dapat dibantu untuk diselesaikan.

2. Batasi penggunaan telepon genggam pada saat Anda sedang berinteraksi dengan rekan kerja terutama pada saat melakukan sebuah pertemuan atau bahkan pada saat makan siang. Gunakan kesempatan tersebut untuk berinteraksi dan bertukar pikiran dengan rekan yang berada dihadapan Anda dan selalu memberitahukan bila Anda memang harus menerima panggilan penting tersebut.

3. Pada saat menggunakan elevator atau lift, terutama bila Anda bekerja pada sebuah firma yang berada di gedung bertingkat, selalu mempersilahkan orang untuk keluar dari elevator terlebih dahulu sebelum Anda bergegas masuk! Ingatkan bila ada rekan yang tidak memperhatikan tentang hal tersebut.

4. Pada saat Anda melakukan makan siang dengan rekan apalagi atasan Anda, hindarkan menguyah makanan dengan berbunyi dan jangan sampai Anda bersendawa dhadapan orang lain. Kedua hal ini dapat langsung mengurangi penilaian tentang Anda.

5. Bila Anda harus melakukan pertemuan dalam sebuah perjamuan makan, hindari berbicara dalam keadaan mulut Anda penuh dengan makanan. (kc)



loading...

baca LAINNYA