Home >> Ekonomi kaltim >> Optimis Terangi Berau Mulai 2018

Optimis Terangi Berau Mulai 2018

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau terus berupaya agar pelayanan listrik hingga ke perkampungan dapat direalisasikan. Bahkan pemerintah memiliki target pada tahun 2018 mendatang, pelayanan ini dapat mencakup hingga seluruh perkampungan.
Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo mengungkapkan, pemerintah pun optimis target ini dapat tercapai sesuai dengan waktu yang direncanakan. Saat ini, pemerintah telah memprogramkan pemenuhan jaringan listrik ke perkampungan. Selain itu penjajakan dengan perusahaan pun terus dikerjakan.
Seperti yang telah dilakukan dengan pabrik kelapa sawit (PKS) PT Dwiwira Lestari Jaya (DLJ) yang berada di Kecamatan Biatan untuk penjajakan kerja sama kelebihan daya listrik sekitar 400 kW – 500 kW.
Selain itu rencana pembangunan lainnya juga telah masuk dalam perencanaan, seperti PLTU Teluk Bayur sebesar 2×7 megawatt, rencana pembangunan unit 5 di PLTU Lati 1×7 megawatt, mesin genset di PLTD Sambaliung sebesar 1×10 megawatt. Bahkan untuk mempercepat pembangunan unit baru di PLTU Lati ia memberikan peluang kepada investor luar untuk segera membangun di sana.
“Kita akan undang investor nantinya, jadi dia yang akan bangun sampai selesai. Setelah itu akan kita beli untuk dikelola dalam pemenuhan ke masyarakat,” ungkapnya.
Disinggung dengan kondisi krisis listrik yang terjadi saat ini. Agus Tantomo menegaskan, persoalan ini akan teratasi jika semua rencana pembangunan tersebut dapat tercapai.
Disampaikannya, kalau saja semua rencana ini dapat berjalan dengan lancar maka pemenuhan layanan listrik ke masyarakat dapat dimaksimalkan, bahkan Berau akan surplus (Kelebihan) daya listrik yang bisa saja disalurkan ke daerah lainnya.
“Kita sangat optimis program pemenuhan jaringan hingga tahun 2018 bisa tercapai,” tegasnya.
Begitu juga pemanfaatan potensi yang ada di setiap perkampungan. Menurut Agus, beberapa kampung memiliki potensi yang melimpah untuk dimanfaatkan dalam pemenuhan listrik ini, seperti pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH).
“Kita berusahalah lakukan yang terbaik, karena listrik di kampung ini kan masih komunal (terpisah) dari jaringan Tanjung Redeb, jadi perlu kita sambungkan dulu atau juga kita manfaatkan ahli-ahli di bidang PLTS atau PLTMH untuk memanfaatkan sumber yang ada,” tegasnya. (sam)