Breaking News
Home >> Akademika >> Orang Australia ini Bangga Berbahasa Indonesia
DI TENGGARONG:Harry Edward Knock ketika berada di depan Kedaton Kutai Kartanegara. Ia bangga bisa berbahasa Indonesia dan mempelajari budaya Indonesia.
DI TENGGARONG:Harry Edward Knock ketika berada di depan Kedaton Kutai Kartanegara. Ia bangga bisa berbahasa Indonesia dan mempelajari budaya Indonesia.

Orang Australia ini Bangga Berbahasa Indonesia

TENGGARONG – Orang Indonesia bisa berbangga hati karena Bahasa Indonesia sudah banyak dipelajari oleh orang luar negeri. Australia adalah salah satu negara yang di salah satu universitasnya mencantumkan bahasa Indonesia sebagai mata kuliahnya. Harry Edward Knock, salah satu mahasiswa yang mempelajari bahasa Indonesia sejak kelas 8.
Dia mengatakan bahwa awalnya belajar bahasa Indonesia sangat membosankan karena dia harus belajar suatu bahasa yang aneh.
“Awalnya saya malas belajar bahasa Indonesia, tapi karena saat high school (setara dengan SMP) kami harus memilih mata pelajaran bahasa asing,” katanya kepada Koran Kaltim Selasa (22/11) kemarin via Whatsapp.
Harry mengatakan bahwa para siswa tingkat sekolah menengah pertama di Australia sudah disuruh memilih mata pelajaran bahasa asing seperti bahasa Indonesia, Jepang, Perancis. “Ada juga mata pelajaran multikultural untuk siswa yang tidak mau belajar bahasa asing dan saya adalah salah satu murid di kelas multikultural tersebut,” ujarnya.
Dia mengungkapkan bahwa setelah akhir kelas 8 itu, dia menyadari bahwa mempelajari bahasa asing itu cukup menyenangkan. Jadi dia memilih untuk mengulang pelajaran bahasa Indonesia di kelas 9 Menurutnya, belajar bahasa Indonesia itu cukup mudah dan cepat ketimbang bahasa Jepang, Cina dan Arab.
Kurang dengan mempelajari bahasa Indonesia, Harry akhirnya mulai mempelajari seni budaya dan kehidupan Indonesia. Dia mengatakan bahwa untuk mempelajari bahasa Indonesia dengan cepat, dia mempelajarinya lewat musik dan film. “Guru saya di kelas 9 dan 10 sering memainkan lagu dan film Indonesia untuk mengajari kami,” katanya.
Setidaknya dia sudah 8 tahun mempelajari bahasa Indonesia di tingkat akademik, tapi sampai sekarang dia mengaku belum terlalu fasih. Harry mengatakan bahwa di Australia sudah semakin berkurang peminat mata pelajaran bahasa Indonesia. “Ini dikarenakan karena sistem pembelajaran di Australia yang tidak mewajibkan murid mempelajari pelajaran bahasa asing setelah kelas 9. Jadi banyak yang tidak meneruskannya,”ujarnya
Harry mengkhawatirkan perkembangan generasi muda di Indonesia yang banyak menggunakan bahasa Inggris hanya untuk terlihat keren atau berpendidikan. “Bahasa Indonesia adalah bahasa yang indah, sangat disayangkan apabila banyak generasi muda di Indonesia tidak menggunakannya,” ujar pria berumur 25 tahun ini.
“Pemerintah Indonesia banyak mempromosikan budaya yang berwujud fisik. Saya pikir pemerintah Indonesia bisa memulai sebuah promosi untuk bahasa Indonesia. Ini bertujuan agar generasi muda di Indonesia tidak berpikir bahwa bahasa Indonesia itu kampungan. Anda bisa saja berbahasa Indonesia dan menjadi keren dalam satu waktu,” jelasnya.
Dia mengaku setuju dengan daftar tingkat kesulitan bahasa di dunia yang dikeluarkan oleh Foreign Service Institute (FSI). “Saya setuju dengan daftar itu. Bahasa Indonesia itu cukup sulit untuk dipelajari oleh orang yang pada dasarnya berbahasa Inggris seperti saya. Ini dikarenakan perbedaan budaya dan tata bahasanya,” ungkapnya.(ted1116)