Padepokan Taat Pribadi Diperiksa Polisi

0
7
KAPOLRESTA Samarinda, Kombes Pol M Setyobudi Dwiputro mendatangi Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng binaan Dimas Kanjeng Taat Pribadi berlokasi di Jalan Ir Sutami, Karang Asam Ulu, Rabu (6/10).

Polresta Samarinda Resmikan Posko Pengaduan Korban Kanjeng Dimas

SAMARINDA – Seolah tak ingin hanya menerima laporan dari anak buahnya soal Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng (YPDK) di Kota Tepian, Kapolresta Samarinda Kombes Pol M Setyobudi Dwiputro mendatangi pedepokan bernama YPDK Majelis Taklim Daarul Ukhuwah berlokasi di Jalan Ir Sutami, Gang Pusaka, RT 22, Kelurahan Karang Asam Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, Rabu (5/10).
Kapolres tiba di padepokan tersebut sekitar pukul 10.00 Wita, didampingi Kabag Ops Kompol Dandy Ario Yustiawan, Kasat Intel Kompol Suryono dan Kapolsekta Sungai Kunjang Kompol Apri Fajar Hermanto.
Di lokasi tersebut, Setyobudi masuk dalam area padepokan. Namun, saat itu padepokan sedang sepi, hanya nampak seorang wanita yang mengaku sebagai tukang masak di padepokan tersebut. Kapolres sempat perintahkan anak buahnya periksa identitas wanita tersebut. Saat ditemui awak media, perempuan tersebut menyebut pemimpin di padepokan tersebut bernama Sumaryono atau Sultan Agung Ustaz Sumaryono. Hanya saja, pimpinan padepokan sedang berada di luar kota. Kepada awak media, Setyobudi tak ingin tergesa-gesa bertindak soal keberadaan padepokan tersebut.
Untuk mengetahui apakah padepokan tersebut menyimpang atau tidak, Kapolres menegaskan perlu dibahas bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Samarinda. “Kalau pengajian biasa, tidak dilarang. Untuk sementara ini, polisi dan ketua RT 22 Karang Asam Ulu akan koordinasi dengan MUI Samarinda,” ujarnya.
Tak hanya itu, Kapolres juga menyebut, Informasi yang diterima menyebut Sumaryono saat ini sedang berada di Pulau Jawa, dan rencananya akan kembali ke Samarinda dalam waktu dekat ini. Sebagai petinggi padepokan, Sumaryono akan dimintai keterangan.
“Informasinya, besok (hari ini, Red) pemilik rumah (Sumaryono, Red) datang. Kita akan mintai keterangan,” sebutnya.
Setyobudi juga menyampaikan bahwa pihaknya telah membuka posko pengaduan, jika pernah menjadi korban penipuan dengan modus penggandaan uang Dimas Kanjeng Taat Pribadi.
“Yang pernah ditipu atau dirugikan dengan modus penggandaan uang Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Hari ini (kemarin, Red) posko pengaduan sudah dibuka. Silakan datang dan lapor, kita akan fasilitasi,” imbuhnya. (dor)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here