Pajak Indekos Belum Tergarap Maksimal


korankaltim
korankaltim
2016-10-08 05:00:36
Indekos di Bawah 10 Kamar Semestinya Kena Pajak



BALIKPAPAN-Selain pajak hotel, ternyata pajak rumah indekos juga sangat menggiurkan dalam menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Balikpapan. Sayangnya aturan Pemkot hanya menarik pajak indekos yang memiliki 10 kamar.

Padahal di Balikpapan, indekos atau rumah kontraktor tumbuh subur dengan jumlah yang bervariasi dan banyak di bawah jumlah 10 pintu.

Lurah Gunung Sari Ilir (GSI), Balikpapan Tengah, Suparli mengatakan untuk meningkatkan PAD Balikpapan itu seharusnya penarikan pajak indekos diberlakukan tanpa menghitung jumlah kamar.

Penarikan pajak indekos di atas 10 kamar ini mengacu pada Undang-Undang Pajak Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. “Potensi pajak indekos cukup tinggi, khususnya indekos di bawah 10 kamar. Harus jangan melihat 10 kamar baru ditarik pajak,” ujar Suparli, kemarin

Dia mengusulkan, regulasi peraturan baru tentang penarikan pajak indekos di Balikpapan dilakukan perubahan yakni penarikan pajak indekos tidak terbatas dengan menghitung jumlah kamar yang tersedia. “Namun, bagaimana rumah kos di bawah 10 kamar juga ditarik pajaknya. Teknisnya Pemkot yang mengatur untuk dilakukan kajian,” usulnya.

Dia menambahkan, setiap pemilik indekos sama dengan menjalankan usaha yang harus memperhatikan aspek-aspek aturan yang berlaku. Izin usaha, Izin Mendirikan Bangunan (IMB), serta izin gangguan, harus diperhitungkan bagi setiap pelaku usaha. “Ketika mereka (pemilik indekos) sudah mengubah fungsi tempat tinggalnya (rumah) menjadi suatu hal yang menguntungkan (profit), maka juga harus dikenakan pajak,” katanya.

Dia menyebutkan, kecamatan Gunung Sari Ilir salah-satu kawasan yang berada di tengah perkotaan yang padat dengan pemukiman. Suparli menyebutkan, setidaknya ada 200 rumah indekos di atas 10 kamar yang bediri di kawasan GSI. “Indekos di bawah 10 kamar justru lebih banyak. Kalau ditarik pajaknya kan lumayan untuk meningkatkan PAD,” tandasnya.

Menurutnya, keberadaan indekos yang menjamur tidak menutup kemungkinan menimbulkan konflik dengan masyarakat sekitar. Dia mengimbau seluruh penghuni indekos yang ada di wilayah Gunung Sari Ilir untuk tidak mengganggu dan juga berbaur dengan masyarakat.

“Ya harus selalu menjaga lingkungan secara bersama-sama. Pihak RT dan pemilik kos juga membuka komunikasi. Jangan menutup diri,” tukasnya. (din)

loading...

baca LAINNYA