Home >> Bontang - Kutim >> Palsukan Transkrip Buat Dapat Beasiswa

Palsukan Transkrip Buat Dapat Beasiswa

BONTANG – Suntikan dana rutin tiap tahun yang diperuntukkan bagi mahasiswa melalui program beasiswa stimulant prestasi pendidikan tinggi dari Pemerintah Kota (pemkot) Bontang rentan kecurangan.
Bukan pada penyalurannya, namun pada proses pengurusan berkas administrasi. Tak sedikit mahasiswa yang memanipulasi data demi mendapatkan kucuran dana segar sekitar Rp 3 juta.
Hal itu dikemukakan Kepala Bagian Sosial dan Ekonomi Pemkot Bontang Taufik Idris, Kamis (24/11). Dikutip dari klikbontang, Taufik menuturkan, kelengkapan berkas yang jadi syarat untuk menerima beasiswa dianggap jadi hambatan sebagian mahasiswa. Sehingga tak jarang mereka menghalalkan segala cara, semisal melakukan scan transkip nilai, Kartu Hasil study, memalsukan stempel Fakultas atau Jurusan, dan lebih parahnya lagi memalsukan Tanda Tangan pihak kampusnya sendiri.
“Banyak yang tidak memenuhi standar IP (Indeks Prestasi) yang sudah kami tentukan, jadi mereka palsukan dengn cara scan. Bukan cuman itu dek ada lagi yang tanda tangan palsu kampusnya,”tutur Taufik.
Otomatis lanjut dia, mereka yang diangap melakukan kecurangan langsung didiskualifikasi tanpa pertimbangan. Sayangnya, dia tidak merinci berapa jumlah mahasiswa yang gugur mengurus beasiswa lantaran melakukan manipulasi data tersebut. Pun demikian, belum ada sanksi tegas selain diskualifikasi yang memberikan efek jera.
“Akan kami kaji dulu dengan teman-teman di Dinas Pendikan, seperti apa kira-kira formulasinya agar kami tidak kecolongan,”tandasnya.
Ditambahkan Kasubag Sosial dan Ekonomi Santi, disamping melakukan kecurangan, ada juga yang gugur lantaran mendapat beasiswa Kaltim Cemerlang dari Provinsi Kalimantan Timur. Jika mengacu dalam Perwali Nomor 20 Tahun 2016 tentang pedoman pemberian beasiswa stimulant dan bantuan biaya pendidikan tugas akhirm, pasal 6 mengatur calon penerima beasiswa harus membuat surat pernyataan tidak sedang menerima beasiswa dari intansi atau pihak manapun.
“Jadi surat pernyataan itu yang mengeluarkan kampus, kalo sudah dari kampus ada daftarnya tuh siapa-siapa aja yang terima umpanya provinsi memberikan daftar penerima beasiswa Kaltim Cemerlang ke kampus, otomatis kampus tidak akan mengeluarkan surat pernyataan karena dia sudah terima beasiswa Kaltim, kecuali yang belum. kami juga sudah punya datanya, cuman biasanya provinsi agak lambat kirimnya makanya sempat kecolongan,” urai dia.
Lebih lanjut dia mengatakan, untuk tahun ini dari 1.275 pendaftar beasiswa hanya 506 yang dinyatakan lolos, kondisi demikian kontras dengan. (kb)