Home >> Hukum & Kriminal >> Pamit ke Kebun, Nurdin Ditemukan Jadi Mayat

Pamit ke Kebun, Nurdin Ditemukan Jadi Mayat

Sebelum Berangkat Sempat Mengeluh Sakit

SANGATTA – Warga Desa Manubar, RT 02 Kecamatan Sandaran, Kabupaten Kutim mendadak gempar saat ditemukannya sosok mayat jenis kelamin laki-laki, Selasa (18/10) sekira pukul 21.40 Wita. Belakangan baru diketahui jenazah itu adalah Nurdin (56).
Tak mau muncul permasalahan hukum, warga melaporkannya ke polisi Subsektor Sandaran. Tak lama berselang, polisi pun berdatangan. Dibantu warga, polisi langsung melakukan proses evakuasi, beberapa saat setelah tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Kapolres Kutim AKBP Rino Eko didampingi Kasat Reskrim AKP Andika Dharma Sena, menjelaskan kejadian bermula saat Nurdin diketahui sang istri (Samsiah) belum pulang ke rumah hingga pukul 20.00 Wita. Sebelum meninggal rumah, Nurdin pamit akan ke lahan yang sedang dirintisnya di kilometer 02 Desa Manubar.
Tak lama Nurdin pergi, sang istri mendapat firasat tak enak tentang keberadaan suaminya. Istri korban kemudian menceritakan hal tersebut ke salah satu warga Desa Manubar jika suaminya belum pulang ke rumah sejak meninggalkan rumah sekitar pukul 15.00 Wita.
Setelah mendengarkan keterangan dari istri korban, warga kemudian mencari ke lahan yang dirintis Nurdin. Secara berbarengan, mereka menyisir setiap jengkal lahan itu. “Sekitar pukul 21.40 Wita, warga menemukan korban sudah meninggal dunia,” kata Andika.
Usai menemukan jenazah korban, lanjut Andikan langsung dibawa ke Puskesmas Kecamatan Sandaran untuk divisum. Ini diperlukan untuk mengetahui penyebab meninggalnya korban. “Dari hasil pemeriksaan tim dokter di puskesmas tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan,“ jelas Andika.
Sementara itu, kata Andika, berdasarkan hasil pemeriksaan polisi menurut keterangan istri korban, sebelum Nurdin berangkat ke kebun korban sempat mengeluh tidak enak badan. Selain itu, korban memiliki riwayat penyakit wasir. “Sebelum berangkat untuk merintis lahan korban juga sempat mengalami buang air besar berupa darah,” papar Andika. (sab)