Breaking News
Home >> Politik >> Partai Golkar Ganti Ketua DPRD Bontang

Partai Golkar Ganti Ketua DPRD Bontang

Kahar: Saya Pernah Melakukan Pelanggaran Disiplin Apa?

BONTANG – Unsur pimpinan DPRD Bontang bakal mengalami perubahan. Tak tanggung-tanggung, posisi Ketua dewan akan berganti. DPP Golkar sudah menerbitkan SK pergantian Ketua DPRD Bontang dengan Nomor B-848/Golkar/XI/2016 tertanggal 17 November 2016 perihal persetujuan penggantian Ketua DPRD Bontang.
Pengurus pusat partai menerbitkan SK tersebut merespon surat usulan Golkar Kaltim. Ketua harian Golkar Bontang, M. Arham membenarkan terbitnya SK pergantian Kaharuddin Jaffar ke Nursalam telah terbit. SK yang ditandatangani Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto dan Sekretaris Idrus Marham sudah ada dalam genggaman pengurus di Kota Taman.
“Kemarin sudah kami terima, diterbit-kannya 17 November, sebetulnya SK itu turun dari permohonan kami, terus di proses di DPD I,” kata Arham.
Arham menjelaskan, pergantian Ketua DPRD Bontang merupakan kebutuhan partai. Meski begitu, dia tidak menjelaskan secara detil pelanggaran apa yag dilakukan Kahar. Arham menganggap maslaah itu bukan masalah yang istimewa.
Menurut dia, keputusan partai soal pergantian pucuk pimpinan dewan sudah final bagi Partai Golkar. Jika Kahar keberatan bisa menempu jalur hukum seperti yang sudah diatur dalam mekanisme partai dan merupakan hal yang lumrah bagi setiap kader. Kahar bisa menggugat ke Pengadilan Tata Usaha Negeri (PTUN) atau ke Mahkamah Partai Golkar untuk mencari keadilan.
Terpisah, Ketua DPRD Kaharuddin Jaffar mengaku dirinya keberatan atas keputusan ini. Ia pun akan menempuh jalur hukum melalaui Mahkamah Partai Golkar sebagai bentuk perlawanannya. Kahar mengaku dia sudah menerima surat dari DPP. Dia juga telah menerima surat dari Golkar Bontang. Ia mengaku heran menyangkut adanya pelanggaran disiplin organisasi yang pernah dilakukannya. Dalam satu poin di dalam surat itu, disebutkan bahwa dirinya telah melanggar disiplin organisasi.
“Saya mau tanyakan dulu disiplin mana yang saya langgar, Peraturan Organisasi mana yang saya langgar, AD-ART mana yang saya langgar, Juklak mana yang saya langgar?,” tanya Kahar.
Rencanya, dia akan melakukan konsultasi ke Golkar Kaltim. Intinya, Kahar akan meminta penjelasan karena Golkar Kaltim yang menindaklanjuti permohonan dari Golkar Bontang yang dianggapnya tak pernah melakukan komunikasi terhadapnya terlebih dahulu.
“Sesungguhnya saya tidak terlalu mempersoalkan, cuma karena dianggap melanggar disiplin organisasi justru ini yang mau saya pertanyakan, apa yang saya langgar jangan sampai ada pimpinan partai yang melanggar tapi tidak diberi sanksi kan lucu,” tutur politisi gaek itu. (ram914)