Dipublish: 30 Mei 2013, 21:39

Paser Resmi Bentuk Akademi Komunitas

TANA PASER – Kabupaten Paser akhirnya dipercaya menjadi salah satu dari 28 kabupaten/ kota se-Indonesia yang akan memiliki Akademi Komunitas (AK) di 2013. Hal ini disampaikan Kepala Bappeda Kabupaten Paser melalui Kepala Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Muhammad Ali, Kamis (30/5).
Menurutnya, penetapan Paser sebagai salah satu daerah yang mendirikan Akademi Komunitas merupakan tindak lanjut dari evaluasi proposal (desk evaluation) dan visitasi Program Pendirian Akademi Komunitas yang melibatkan Pemerintah Kabupaten Paser dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti).
Seiring dengan penetapan ini, Ali mengatakan bahwa penerimaan mahasiswa baru juga sudah dibuka untuk tahun akademik 2013/2014. “Mengenai syarat-syarat pendaftaran akan ditentukan kemudian,” bebernya.
Ali melanjutkan, untuk menjamin kualitas akademi tersebut, Paser akan mendapatkan pembinaan dari Perguruan Tinggi yang ditunjuk melalui penyelenggaraan Program Studi di Luar Domisili (PDD). “Pembinaan ini sesuai dengan ketentuan Permendikbud Nomor 48 tahun 2013 tentang Pendirian, Perubahan dan Pencabutan Izin Akademi Komunitas,” tandasnya.
Penetapan Paser sebagai penerima AK juga disampaikan secara  resmi oleh Direktur Kelembagaan dan Kerjasama Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI Achmad Jazidie melalui suratnya kepada Pemerintah Kabupaten Paser Nomor 3965/E.E2/KL/2013 tanggal 28 Mei 2013 perihal pengumuman hasil seleksi pendirian calon Akademi Komunitas tahun 2013.
Sejumlah pihak memang mengapresiasi kehadiran AK yang dirintis pemerintah. Rektor Universitas Sahid Jakarta, Sutyastie Soemitro Remi, misalnya. Dia mengatakan, kehadiran AK justru dapat menjadi bagian strategi bagi perguruan tinggi swasta untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia.
“Kerangka pikirannya, AK ini sebagai bentuk kepedulian pemerintah, yaitu Kemendikbud untuk mengatasi pertumbuhan pengangguran saat ini. Adanya AK pun menjadi strategi komparatif bagi kami. Ini bagus, kemungkinan kami akan membuka yang orang lain belum buka,” ucapnya.
Sementara,  pengamat pendidikan Darmaningtyas menilai lembaga pendidikan ini baik untuk pengembangan pendidikan dalam negeri. “Program terbaru itu bagus. Kita perlu memberikan apresiasi. Nanti tinggal kita lihat saja praktiknya,” kata Darmaningtyas.
Pendidikan vokasi berstatus negeri ini setingkat dengan diploma satu dan atau diploma dua. AK juga dipandang sebagai pendidikan pelatihan yang terjangkau sehingga diharapkan mampu meningkatkan daya saing anak bangsa. “Programnya mirip kursus dan pelatihan, tapi biayanya lebih murah. Dan akan ada disetiap daerah, berdasarkan sesuai kebutuhan wilayahnya,” ujar Darmaningtyas. (San/kc)

Bagikan Berita Ini

  • Facebook
  • Twitter
  • Blogger