Ada Darah pada Jasad Rimba


korankaltim
korankaltim
Koran Kaltim     4 bulan yang lalu     869 kali
img TIM evakuasi tengah membawa jenazah Rimba menuju ke RSUD AW Syachranie. (FOTO: SARDIMAN/KK)

SAMARINDA – Berakhir sudah pencarian terhadap Rimba (30), warga Jalan AM Sangaji, Gang Usaha, Kelurahan Bandara, Samarinda, yang tenggelam di Sungai Karang Mumus (SKM). Jasadnya muncul ke permukaan, Kamis (21/9) malam, sekira pukul 22.55 Wita. Jenazahnya, dimakamkan Jumat (22/9) kemarin.

“Ya, korban yang awalnya dilaporkan tenggelam, akhirnya berhasil ditemukan di radius sekitar 10 meter dari lokasi awal korban tenggelam,” kata Komandan Search Rescue Unit (SRU) Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) Balikpapan, Aries Setiawan. 

Jenazah korban tiba-tiba muncul, ketika sebagian dari relawan yang melakukan pecarian sudah kembali untuk beristirahat. Kejadian tersebut sontak membuat pihak keluarga korban, pun warga disekitar lokasi kejadian menjadi histeris. 

Jenazah korban langsung dibawa masuk kedalam rumahnya yang tidak jauh dari tepi sungai, sebelum akhirnya dibawa ke RSUD AW Sjahranie Samarinda, untuk menjalani visum. 

Sementara itu, Kanit SAR Detasemen B Pelopor Satuan Brimob Polda Kaltim, Bripka Yan Alemoka menuturkan, dari pengamatannya saat korban dievakuasi, korban tampak mengeluarkan darah dari hidungnya. “Kondisi korban yang saya lihat, korban mengalami keluar darah dari hidung. Mungkin karena benturan di dalam air,” ujarnya. 

Dengan ditemukannya Rimba, pencarian yang melibatkan belasan unsur SAR itu pun berakhir.  Seperti diketahui, jasad Rimba tenggelam ke sungai pasar Rabu (20/9) sekitar pukul 18.00 Wita. Saat itu, korban dikabarkan sedang nongkrong di tepi SKM, sisi Pasar Segiri Samarinda. 

Diduga, dia terkejut dan panik ketika mendengar ada penggerebekan polisi di kawasan Pasar Segiri, sehingga memilih melompat ke Sungai, bersama dengan 4 temannya. Belakangan diketahui, Rimba tidak bisa berenang, dan tidak lagi muncul dan naik ke darat.

Pencarian dilakukan dengan segala macam cara, baik dengan menyusuri sungai, juga dilakukan dengan penyelaman, maupun ritual yang dilakukan keluarga, bersama warga setempat. Namun memang, penyelaman di dalam air sungai, jadi kendala buat penyelam. (dor)



baca LAINNYA