PDAM Disubsidi Tiap Tahun Hingga Rp15 Miliar

0
12

SANGATTA – Merasa tak ingin terus dimanjakan dari ketergantungan APBD Kutim, di tengah kondisi keuangan APBD Kutim 2016 yang kian menipis akibat defisit anggaran, membuat jajaran Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Tuah Benua Kutim ingin berdiri secara mandiri di tahun 2017 mendatang.
Direktur Utama PDAM Kutim Aji Mirni Mawarni, mengatakan rencana tersebut masih akan di diskusikan dengan Bupati Kutim, agar kedepan PDAM bisa melepas ketergantungan dari dana APBD Kutim, yang selama ini mendapat subsidi dari Pemkab Kutim pertahunnya.
“Tiap tahun kita mendapatkan subsidi dari Pemkab Kutim sebesar Rp10 miliar sampai Rp15 miliar pertahunnya. Jika PDAM sudah mandiri, maka diprediksi bisa menjadi salah satu sektor sumber pendapatan asli daerah,” kata Mawar.
Untuk menyokong rencana tersebut, kata dia, salah satu alternatif pertama yang akan ditempuh pihaknya yakni dengan menaikkan tarif air serta menunggu listrik dari PLN, untuk mengoperasikan instalasi khususnya pengolahan air di wilayah Kabo.
Menurutnya, sejauh ini operasiolan sejumlah IPA PDAM belum berjalan maksimal, lantaran PDAM masih menggunakan genset sebagai sumber listrik.
“Namun jika PDAM memanfaatkan listrik PLN, maka biaya operasional yang selama ini dikeluarkan untuk membeli kebutuhan solar akan dapat ditekan semaksimal mungkin. Sehingga, dengan menaikkan tarif air, maka pendapatan PDAM bisa diseimbangkan,” terangnya. (sab)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here