PDAM Ingin Mandiri dari Ketergantungan Pemkab

0
13

SANGATTA – PDAM Tirta Tuah Benua Kutai Timur mencoba mandiri, tidak menggantungkan lagi pada subsidi Pemkab. Salah satu caranya, dengan menaikkan harga air bersih, sesuai dengan hasil kajian.
“Kajian sudah kami lakukan, bahwa tarif air harus naik kalau PDAM mau mandiri. Tapi belum bisa kami terapkan, karena kami masih menunggu pasokan listrik PLN, khususnya untuk instalasi pengolahan air (IPA) Kabo,” kata Direktur Utama PDAM Tirta Tuah Benua, Aji Mirni Mawarni, belum lama ini.
“Kami yakin, kalau menggunakan listrik PLN, maka kenaikkan tarif air bisa ditekan, hanya sekitar 30-40 persen. Tidak sama jika masih menggunakan perhitungan PDAM menggunakan genset, dimana kenaikan bisa mencapai 80 persen dibanding tarif air sekarang ini,” ujar Mawar.
Dari hasil evaluasi, lanjut dia, biaya produksi air PDAM Tirta Tuah Benua saat ini masih sekitar Rp8.800 per meter kubik. Namun harga itu masih harga produksi, karena menggunakan mesin genset sebagai sumber listrik. “Kalau sudah dilayani PLN, maka pastinya tarif air bisa turun,” sebutnya.
Dia juga menerangkan, mengingat saat ini masih mengandalkan genset, maka biaya produksi masih lebih tinggi dari biaya produksi PDAM Balikpapan, yang hanya berkisar Rp8.000.
“Karena PDAM Balikpapan ini tergolong yang sangat bagus, atau sudah mandiri. Maka dari itu kami ingin seperti Balikpapan. Tapi, untuk diketahui, di Balikpapan, itu ada Perda, yang memberikan kewenangan bagi PDAM, untuk menaikkan tarif sesuai dengan harga produksi tiap tahun. Karena itu, kami ingin PDAM Kutim ini juga bisa memiliki Perda, yang memberikan peluang bagi PDAM,” harapnya.
Diakui Mawar, tiap tahun, karena rendahnya tarif air, serta besarnya biaya produksi air PDAM, karena masih menggunakan genset, karena itu PDAM masih memerlukan subsidi antara Rp10 miliar hingga Rp15 miliar dari pemerintah.
“Kalau tarif air naik, IPA menggunakan listrik PLN, maka kami berharap subsidi pemerintah bisa dikurangi. Bahkan kalau perlu, mandiri, dan memberikan pemasukan untuk PAD,” harapnya lagi. (sab)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here