Dipublish: 4 Juni 2013, 22:33

PDIP “Pasrah” ke-Farid-Sofyan

COVER

Nama Siswadi dan Sudarno Tak Dibicarakan Tapi Masuk Nominasi

SAMARINDA - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan tengah membahas sejumlah nama yang masuk nominasi Cagub-Cawagub Kaltim meski PDI Perjuangan sudah didaftarkan oleh pasangan Farid Wadjdy-Sofyan Alex sebagai partai pengusung mereka.  Namun menurut Plh Ketua DPD PDI Perjuangan Kaltim Dody Rondonuwu, pembicaraan di tingkat DPP masih mengarah pada pasangan calon yang sudah terlanjur mendaftar ke KPU Kaltim, yakni Farid-Sofyan. Sedangkan nama kader lainnya Siswadi dan Sudarno tak ikut dibahas, meski diakui kedua nama itu masuk nominasi.

“Nama Siswadi dan Sudarno tak ikut dibicarakan di DPP. Cuma memang dari sejumlah nama calon yang mendaftar di PDI Perjuangan memang mereka masuk nominasi sebagai kandidat calon. Hanya saja DPP pembicaraannya tetap mengarah kepada calon yang sudah mendaftar di KPUD Kaltim,” jelas Dody kemarin.

Lanjut dikemukakan Dody, sampai Selasa kemarin, ia masih bertahan di Jakarta untuk menunggu perintah DPP selanjutnya. Sedangkan pasangan Farid-Sofyan Alex sudah tidak lagi berada di DPP, termasuk Plh sekretaris DPD PDI Perjuangan Kaltim Marthin Apuy.

“Yang masih bertahan di Jakarta hanya saya karena masih menunggu rekomendasi dan perintah dari DPP,” tandasnya.

Sementara itu para komisioner KPU Kaltim sejak kemarin sudah berada di KPU Pusat di Jakarta untuk berkonsultasi tentang penyampaian tuntutan dimundurkannya jadwal pendaftaran pasangan calon Pilgub dan tuntutan mundur terhadap Ketua KPU Kaltim Andi Sunandar yang telah menemui pasangan calon di luar kantor KPU.

Andi Sunandar menjelaskan kedatangan ke KPU Pusat mereka selain menyampaikan laporan kondisi yang terjadi, juga melakukan konsultasi perihal pelaksanaan Pilgub terkait permintaaan perpanjangan pendaftran Pilgub oleh beberapa pihak.

“Selain itu kami juga menyampaikan beberapa hal  terkait masalah mundurnya salah satu anggota komisioner KPU Kaltim yang telah mengirimkan surat permohonan pengunduran diri ke Pusat beberapa waktu yang lalu. Kita di sini juga menunggu arahan KPU pusat untuk ke depannya seperti apa,” ungkapnya.

Terkait pengunduran diri Endang, anggota komisioner KPU, hal tersebut diterangkannya dapat disetujui bahkan tidak disetujui oleh KPU Pusat. Tergantung nantinya KPU Pusat menimbang permasalahan tersebut bagaimana.

“Namanya permohonan, yang jelas bisa diterima dan juga bisa tidak. Terkecuali diberhentikan, hal itu baru sudah tidak dapat ditawar lagi. Harapan dan keyakinan saya KPU Pusat akan memberikan keputusan yang terbaik demi kelancaran Pilgub,” tambahnya kepada Koran Kaltim.

Di lain pihak Sekretaris KPUD Kaltim, Syarifudin Rusli mengatakan pertemuan itu sudah hampir mendapatkan hasil. Namun ia belum bisa mengungkapkan ke media.

“Kami berusaha mungkin bersikap netral, dan tidak ada keberpihakan kepada siapapun. Apapun keputusan KPU Pusat akan kami lakukan, kemungkinan besok baru didapat hasil akhirnya,” pungkasnya. (sua/fac413)

Bagikan Berita Ini

  • Facebook
  • Twitter
  • Blogger