Dipublish: 12 Juli 2013, 18:20

PDS Proses PAW Setelah Penetapan DCT

SAMARINDA - DPW Partai Damai Sejahtera (PDS) Kaltim akan memproses Pergantian Antarwaktu (PAW) anggota DPRD Kaltim asal PDS yang pindah dan menjadi caleg di Parpol lain. Proses itu akan dilakukan setelah penetapan Daftar Calon Tetap (DCT) dilakukan KPUD Kaltim. Sikap itu merupakan keputusan rapat Badan Pengurus Harian (BPH) DPP PDS.
“PDS akan bertindak tegas setelah penetapan DCT oleh KPUD Kaltim. Sebab, pada 1 Agustus sudah bisa dipastikan siapa saja yang pindah Parpol dan mengundurkan diri sebagai anggota DPRD,” kata Ketua DPW PDS Kaltim, Sony Setiawan kepada Koran Kaltim, kemarin.
Bahkan, sikap tegas itu sesuai keputusan DPP PDS dengan menjadwalkan agenda PAW serentak se-Indonesia setelah penetapan caleg di KPUD provinsi, kabupaten dan kota masuk DCT pada 1 Agustus 2013.
“Tak ada pilihan lain kecuali mundur atau dicoret jadi caleg oleh KPUD. Perlu diketahui, keberadaan 55 anggota DPRD Kaltim saat ini sebagai wakil Parpol. Jika anggota DPRD memutuskan pindah Parpol, maka patut dipertanyakan keterwakilannya untuk siapa.
Karena itu, DPW PDS Kaltim tengah menyiapkan PAW tiga anggota DPRD Kaltim yang pindah Parpol dan jadi caleg Partai Hanura yakni Rini dan Fatra, sedangkan Yefta Berto pindah ke Partai Demokrat.
“Sebenarnya, DPW PDS Kaltim tak mau mendesak tiga kader PDS yang duduk di DPRD Kaltim untuk mundur, seperti dilakukan Gerindra, Demokrat dan PBB. Tapi, karena menegakkan aturan dan UU mengharuskan mereka mundur, mau tak mau harus dilakukan. Untuk calon pengganti Yefta, sesuai hasil perolehan suara terbanyak adalah saya sendiri (Sony Setiawan). Kemudian, untuk Dapil II Balikpapan, PPU dan Paser daerah terpilihnya Rini Puspa akan digantikan Daud Patiung, karena ada persoalan, maka segera diputuskan partai. Untuk pengganti Fatra di Dapil Berau, Bontang dan Kutai Timur untuk perolehan suara terbanyak kedua diraih Apolos,” tambahnya. (sua)

Bagikan Berita Ini

  • Facebook
  • Twitter
  • Blogger