Dipublish: 9 Mei 2013, 23:05

Peda VIII KTNA Kaltim Diikuti 2.500 Peserta

SAMARINDA – Samarinda akan menjadi tuan rumah perhelatan Pekan Daerah (Peda) VIII Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kaltim, yang akan dilaksanakan pada 7-10 Juni 2013, bertempat di Hotel Atlit Komplek Stadion Madya Sempaja, Samarinda.
Ketua KTNA Kaltim, Andi Burhan Badurahman, mengungkapkan Peda tahun ini  akan diikuti sekitar 2.500 peserta yang berasal dari 14 kabupaten/kota se Kaltim. Peserta dibagi  menjadi tiga kategori, yaitu peserta utama yang terdiri dari petani nelayan dan petani hutan, pemuda tani nelayan, wanita tani nelayan, alumni magang Jepang, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Petani Swadaya (P4S), koperasi tani nelayan, serta Asosiasi Petani Nelayan dan Petani Hutan.
Selanjutnya, peserta pendamping, yang terdiri dari aparat yang ditugaskan oleh pemerintah daerah untuk mendampingi dan memfasilitasi peserta Peda VIII KTNA Kaltim 2013. Kemudian, peserta peninjau, yang terdiri dari organisasi profesi, penyuluh swasta atau  pemerhati/pakar yang bergerak di bidang pertanian, perikanan dan kehutanan.
“Dalam kepanitiaan ada tujuh bidang dengan 27 kegiatan yang digelar pada pelaksanaan Peda VIII KTNA Kaltim 2013. Sekarang dalam tahap persiapan, dimana masing-masing panitia pelaksana sudah melakukan pertemuan antar koordinator, seksi-seksi dan disusul dengan kabupaten/kota,” kata Andi Burhan, di Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (7/5).
Dijelaskan, saat Peda nanti juga akan dilaksanakan Rembuk Utama KTNA kabupaten/kota serta kegiatan lomba dan temu wicara. Kemudian, pada acara pembukaan akan diserahkan penghargaan Lencana Adi Bhakti Tani Nelayan Madya dari KTNA Nasional kepada pejabat, petani dan mitra petani yang benar-benar peduli kepada petani dan nelayan.
Sementara itu, Plh Asisten Ekonomi Pembangunan, Abu Helmi, berpesan agar pelaksanaan Peda VIII KTNA Kaltim 2013 di Samarinda  berjalan sesuai dengan visi pembangunan Pemprov Kaltim.
“Acara ini bukan hanya acara KTNA, tetapi ini merupakan acara yang mendukung visi pembangunan Kaltim khususnya pada sektor pertanian dalam arti luas, yang menjadi program prioritas Pemprov dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan serta menjadikan Kaltim sebagai lumbung pangan nasional,” ujarnya. (hms)

Bagikan Berita Ini

  • Facebook
  • Twitter
  • Blogger