Breaking News
Home >> Sportainment >> Pedrosa Terancam Absen di Australia
utama-pedrosa

Pedrosa Terancam Absen di Australia

BARCELONA Dani Pedrosa baru saja melewati operasi pemulihan cedera tulang selangka. Pebalap kebangsaan Spanyol itu kini diharuskan istirahat total agar bisa tampil dalam tiga seri tersisa di musim balap 2016.
Namun menurut prediksi tim dokter, Pedrosa sepertinya tidak bisa unjuk kemampuan saat lomba digelar di Sirkuit Phillip Island, Australia akhir pekan ini. Sejauh ini Pedrosa sendiri belum mengetahui pasti kapan dirinya bakal kembali ke lintasan balap.
“Saya merasakan sakit yang dahsyat selema beberapa hari setelah operasi. Tapi secara perlahan, kondisi saya mulai berangsur membaik. Saya harus rutin memeriksakan diri,” kata Pedrosa yang dikutip dari Crash. “Saya dijadwalkan cek-up pada Rabu (19/10/2016). Baru setelah itu saya akan memikirkan waktu yang tepat untuk kembali menggunakan sepeda motor,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Pedrosa juga mengucapkan selamat untuk Marc Marquez yang berhasil meraih gelar juara dunia MotoGP 2016. Hingga seri ke-15 Marquez sudah memiliki 273 poin. Ia unggul 77 angka dari Valentino Rossi dan sisa tiga balapan tidak akan mempengaruhi kedudukan kedua pembalap di papan klasemen. “Saya ucapkan selamat untuk Marc dan tentunya Honda atas pencapaian gelar ini,” ucap Pedrosa.
Seperti diketahui, Pedrosa mengalami kecelakaan saat latihan di Sirkuit Motegi Jepang, 14 Oktober 2016 lalu. Pada balapan di Australia, perannya sebagai joki Repsol Honda bakal digantikan oleh Nicky Hayden.
Sementara itu gelar juara dunia ketiga MotoGP yang didapatkan Marc Marquez bisa jadi sinyal kuat dominasi Marquez di era ini bisa seperti dominasi Rossi di dekade 2000-an. “Meraih gelar dengan tiga seri tersisa merupakan sebuah bukti bahwa Marquez memang layak jadi juara dunia musim ini. Marquez telah tumbuh lebih matang dibandingkan usianya yang masih 23 tahun. Cara dia menghadapi situasi sampai akhirnya memastikan gelar juara dunia di tangannya sungguh sempurna,” kata mantan pebalap, Randy Mamola dalam kolom-nya di Motorsport.
Mamola bahkan berani menjamin Marquez bisa mengikuti dominasi Rossi di awal 2000 bila terus tampil tenang musim depan. “Bila Honda mampu menyajikan motor bagus dan Marquez membalap dengan bijak seperti di tahun 2016, maka kita akan kembali menyaksikan awal era baru seperti halnya Valentino Rossi pada 2000-2005,” tutur Mamola.
Mamola menilai Marquez tak mendapatkan keuntungan dari awal musim. Pasalnya, di awal musim motor Honda performanya di bawah Ducati dan Yamaha. “Marquez mampu bertahan hingga pertengahan musim dan setelah itu Honda mampu menyajikan motor sesuai keinginan Marquez,” sebutnya.
“Marquez bersaing dengan Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo yang merupakan dua pebalap terbaik sepanjang masa. Meskipun Marquez berusia lebih muda, namun dia sukses membuat sedikit kesalahan dibandingkan duo Yamaha itu,” pungkas Mamola. (ptr)