Home >> Hukum & Kriminal >> Pekerja Geger Temukan Bom 400 Kg Sisa Perang Dunia
EVAKUASI: TIm penjinak bom berupaya mengevakuasi bom yang ditemukan pekerja di Tarakan.
EVAKUASI: TIm penjinak bom berupaya mengevakuasi bom yang ditemukan pekerja di Tarakan.

Pekerja Geger Temukan Bom 400 Kg Sisa Perang Dunia

Diduga Lokasi Penemuan Merupakan Bunker Penyimpanan Bom

TARAKAN – Sejumlah pekerja pengerukan proyek penanganan banjir Sebengkok dibuat geger dengan kembali ditemukannya satu buah bom bekas perang dunia II.
Bom berjenis roket tersebut, pertama kali ditemukan oleh Budiono, seorang pengendali alat berat saat mengeruk lokasi pembuatan gorong-gorong, Kamis (17/11) pukul 21.00 Wita.
Penemuan bom yang diperkirakan memiliki daya ledak tinggi ini, merupakan yang kedua kalinya dalam pekan ini. Sebelumnya, pada 12 November lalu di lokasi yang tidak berjauhan juga ditemukan bom serupa.
Proses evakuasi dilakukan pada Jumat (18/11) sekitar pukul 14.30 oleh Unit Jibom Subden 4 Satbrimobda Kaltim. Butuh waktu sekitar 2,5 jam untuk melakukan evakuasi karena roket dalam posisi vertikal. Bagian depan menghadap ke atas sementara bagian belakang masih tertimbun tanah saat ditemukan. Tim Jibom juga menutupi ujung roket dengan kain basah.
Komandan Detasemen C Pelopor Satbrimob Polda Kaltim Tarakan, AKBP Henzly Moningkey melalui Panit I Subden 4 Gegana Satrimobda Kaltim, Ipda Moh Nur Sugiharto menuturkan proses evakuasi baru dilakukan sehari setelah ditemukan karena prosesnya setelah pihak pekerja melaporkan temuan itu kepada Polres Tarakan, barulah Polres Tarakan menyurati Kasat Brimob Polda Kaltim di Balikpapan. “Setelah ada surat balasan, baru kami koordinasi dengan Komandan Deta-semen di Tarakan sampai selanjutnya memulai proses evakuasi,” kata dia.
Bom jenis roket yang sama dengan sebelumnya ini berukuran panjang 166 centimeter, diameter depan 83 cm, diameter 102 cm, dan berat sekitar 400 kilogram serta statusnya masih aktif. Namun, untuk memastikan, pihaknya akan melakukan pengukuran ulang sebelum diamankan di dalam bunker di Mako Brimob. “Ini adalah roket atau bom udara. Jarak ditemukannya roket ini dengan sebelumnya, 50 meter. Radius ledaknya bisa dua sampai tiga kilometer namun kerusakan berat di daerah sekitar 500 meter lah,” imbuhnya.
Dengan penemuan kedua di daerah yang sama ini, Ipda Nur menduga ada kemungkinan dulunya lokasi penemuan roket di sekitarnya merupakan bunker penyimpanan bahan peledak. “Itu kalau dugaan kita benar. Berarti masih ada kemungkinan bahan peledak lainnya yang tertimbun di lokasi penemuan roket ini. Kedepan kita berencana melakukan pemeriksaan dan penyisirian lebih intens untuk mengetahui apakah masih ada bahan peledak lainnya atau tidak,” tandasnya.
Sementara, untuk lamanya proses evakuasi diakui Nur karena selain bom masih aktif dan berpotensi meledak, apabila tidak dilakukan hati-hati, meski menurunkan 10 personelnya, ke-khawatiran penonton dari warga sekitar juga sempat menyita perhatian tim Jibom. “Semua bom yang kita evakuasi dilakukan dengan berhati-hati. Apapun itu, bom peninggalan perang dunia II, atau jenis lainnya. Kita juga imbau masyarakat jangan mengevakuasi sendiri apabila temukan bom, segera laporkan ke polisi agar secepatnya kita tindaklanjuti,” tegasnya. (saf)