Breaking News
Home >> Olahraga Daerah >> Pelatih Jangan Duduk, Sambil Main Ponsel
PELATIHAN: Selain memberikan pembinaan kepada atlet PBSI Samarinda bersama dengan PU Kaltim, menggelar Coaching Clinic atau pelatihan kepada pelatih Sabtu (26/11) kemarin di GOR Bulutangkis, Kompleks Stadion Madya Sempaja, bagaiman cara melatih yang benar dan menanamkan kedisiplinan kepada atlet.
PELATIHAN: Selain memberikan pembinaan kepada atlet PBSI Samarinda bersama dengan PU Kaltim, menggelar Coaching Clinic atau pelatihan kepada pelatih Sabtu (26/11) kemarin di GOR Bulutangkis, Kompleks Stadion Madya Sempaja, bagaiman cara melatih yang benar dan menanamkan kedisiplinan kepada atlet.

Pelatih Jangan Duduk, Sambil Main Ponsel

SAMARINDA – Tak hanya menggelar kejuaraan dalam rangka membina atlet Samarinda yang dikemas PU Cup Open Turnamen, Pengkot Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kota Samarinda juga memberikan pelatihan singkat kepada pelatih. Tak tanggung-tanggung, pelatih bulutangkis Kota Tepian mendapat coaching clinic (CC) oleh mantan juara dunia ganda campuran dan peraih medali perak Olimpiade Sydney tahun 2000, Trikus Harjanto.
“Melatih itu jangan duduk, apalagi sambil main HP. Dengan gaya latihan seperti itu atlet tidak akan berprestasi karena terlihat tidak ada keseriusan dari sang pelatih,” ucap Trikus dalam penyampaian CC dengan pola perpaduan materi dan praktek, Sabtu (26/11) kemarin.
Trikus mengatakan dalam kepelatihan sangat penting menanamkan kedisiplinan atlet. “Saya dulu latihan pagi dan sore itu setiap hari saya lakukan. Waktu saya habis untuk berlatih. Pagi-pagi sudah latihan di lapangan terbuka, berbeda dengan sekarang yang fasilitas lengkap. Yang begini saja saya bisa jadi, apalagi sekarang bagus-bagus fasilitasnya. Makanya penting menanamkan kedisplinan dan motivasi ke atlet,” tuturnya.
Seingat dia, pulang sekolah tak ada kegiatan lain yang ia lakukan. Sang ayahnya langsung menyuruh lagi latihan. “Kus, ini sepatu, ini raket. Langsung saya latihan. Kalau anak-anak sekarang ini manja. Bahkan masih kecil aja sudah lengkap pakai decker,” imbuh juara enam kali Indonesia Open itu.
Ketua Panitia PU Cup 2016 Open Tournament, Zulfi Fakhroni mengatakan kegiatan ini sebagai bakti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam mengembangkan olahraga bulutangkis di daerah. Makanya, lanjut Zulfi dalam pelatihan pelatih yang diikuti 34 pelatih dari Kaltim dan Kalsel ini tidak dipungut bayaran, bahkan mendapat baju kaos dan sertifikat.
“Pelatih diajarkan berbagai macam teknik dan cara melatih yang benar. Dari pelatihan ini diharapkan pengetahuan dasar melatih akan menjadikan para pelatih daerah semakin handal mencetak bibit-bibit juara. Tak perlu kirim ke Jawa,” ucap Zulfi yang juga Ketua II Bidang Binpres Pengkot PBSI Samarinda.
“Jangan sampai atlet-atlet daerah hanya mengandalkan pelatih dari pulau Jawa. Karena pada dasarnya yang lebih mengenal kultur dan karakter atlet muda, pasti pelatih yang berasal langsung dari daerahnya sendiri, karena awalnya merekalah yang menemukan bakat dan potensi atlet tersebut,” tambah dia. (rgn)