Published On: Jum, Apr 5th, 2013

Pembangunan Bandara Tarakan Terindikasi Korupsi

Bupati KTT Disebut-sebut Diendus KPK

TARAKAN – Dugaan korupsi di balik pembangunan Bandara Juata Tarakan sedang diselidiki Mabes Polri. Bahkan, Mabes memeriksa mantan Kepala Bandara Tarakan Husni Djau yang sudah pensiun sejak 2012 lalu.
Hal ini dikatakan Ketua Nusantara Coruptions Watch (NCW) Kaltim Taufiqurrahman kepada Koran Kaltim saat dihubungi via telepon selulernya, kemarin.
Ternyata, selain Tarakan, ada juga dugaan korupsi di Kabupaten Tana Tidung (KTT). Sudah hampir 1 bulan terakhir, KPK sedang melakukan penyelidikan terhadap Bupati KTT, Undunsyah, yang diduga terlibat mark-up sejumlah proyek di daerahnya. “Kami sedang bersiap melaporkan Bupati KTT terkait dugaan korupsi yang terjadi di wilayah KTT. Jadi belum bisa dibeberkan lebih lanjut,” katanya.
Menurutnya, ICW memang ikut ambil bagian dalam mengawasi penyelidikan yang dilakukan Mabes Polri ini.“Saat ini kasusnya sedang dalam proses penyelidikan. Karena ada laporan yang masuk dari BPK dan kepada Mabes Polri langsung. Yang diselidiki ini adalah mulai dari pembebasan lahannya sampai kepada benar atau tidaknya pelelangan terhadap proyek bandara tersebut,” ujarnya
Dibeberkan Taufiq, dari hasil laporan BPK,diduga ada mark-up pembentukan pembebasan lahan serta pembangunan terminal baru Bandara Tarakan. “Informasi dari Polri langsung kasus ini masih dalam pengembangan, pengumpulan bukti-bukti dan juga orang-orang yang dianggap berkaitan dimintai keterangan,” katanya lagi.
Terkait berapa jumlah uang yang dilaporkan oleh BPK Taufik mengaku belum mengetahui, karena tidak tertera dalam laporan tersebut. “Diduga bahwa pembangunan Bandara Kota Tarakan ada tindak pidana korupsi. Dalam pembebasan lahan maupun dalam pelaksanaan lelang kontraktor  pelaksana pembangunan tersebut yang berhubungan dengan PT tertentu. Otomatis kan ada fee-nya. Sehingga bisa melibatkan mantan kepala bandara tersebut. Ini dugaan saat ini,” bebernya lagi.
Menurut Taufik, pembangunan Bandara Tarakan menggunakan dana APBN. “Dari ICW selalu mengawal. Namun kadang pengawalan ini selalu mentok di meja hukum. Karena selalu ada oknum yang bermain. Tapi harapannya selagi semua pihak mengawal kasus ini maka diharapkan akan ditindak dengan tegas apabila terbukti ada tindak pidana korupsi,” tegasnya lagi.
ICW menerima informasi bahwa mantan kepala bandara Husni Djau, sudah diperiksa. “Masih penyelidikan. Nantinya juga akan diketahui kalau statusnya sudah naik,” ujarnya. (Saf)

Bagikan Berita Ini

  • Facebook
  • Twitter
  • Blogger

About the Author

korkal99 - Berita koran harian di kalimantan timur, Kutai Kartanegara, Bontang, Samarinda, Balikpapan, Penajam Paser Utara, Berau, Bulungan, politik, pemilu, pilkada, kriminal, olahraga, ekonomi

Email
Print
WP Socializer Aakash Web