Home >> Hukum & Kriminal >> Pembuang Alquran Dijerat Dua Dakwaan

Pembuang Alquran Dijerat Dua Dakwaan

TARAKAN – IR, terdakwa pembuangan Alquran menjalani sidang perdananya, Selasa (22/11). Dua saksi dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Her-lambang dengan Majelis Hakim Christo E.N Sitorus, Herbert G Uktolseja dan Hendra Yudha Utama.
JPU, Herlambang mengatakan IR didakwa dengan pasal pencurian dan penistaan Agama. “Pasal 362 dan pasal 156 huruf (a) KUHP, masing-masing ancaman hukumannya lima tahun,” ujarnya.
Saksi yang dihadirkan, dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tarakan serta saksi yang melihat terdakwa membuang Alquran di Sungai Jalan Hasanuddin, RT 18, Kelurahan Karang Anyar Pantai, 17 Agustus lalu. “Terdakwa juga mengakui, pembuangan Al-quran ini bukan pertama kali dilakukan tapi di tahun 2015 lalu, sempat heboh dan dia juga yang melakukan,” kata JPU.
“Alasannya, dia kecewa dalam menafsirkan arti di Alquran, kemudian dia menafsirkan sendiri dan apa yang dia baca kok tidak sesuai dengan apa yang dia pikirkan, akhirnya dibuang,” imbuhnya.
Pelaku juga mengaku mem-buang Alquran yang dicurinya dari salah satu masjid di Kelurahan Kampung Satu Skip. “Dulu pernah enam Alquran dibuang, kemudian satu Alquran lagi dan terakhir empat Alquran,” beber Herlambang.
Saksi yang dihadirkan, menu-rutnya sudah cukup dan sidang dilanjutkan Selasa (29/11) pekan dengan dengan agenda men-dengarkan tuntutan dari JPU. (saf)