Home >> Hukum & Kriminal >> Pembuang Alquran Divonis Tiga Tahun Penjara

Pembuang Alquran Divonis Tiga Tahun Penjara

TARAKAN – Dua kali menjalani sidang di Pengadilan Negeri Tarakan, IR terdakwa pembuang Alquran di Sungai Jalan Hasanuddin, RT 18, Kelurahan Karang Anyar Pantai, 17 Agustus lalu dijatuhi hukuman pidana tiga tahun penjara.
“Agendanya tuntutan langsung pembacaan putusan. Jadi, JPU membacakan tuntutan empat tahun penjara langsung diputuskan Majelis Hakim tiga tahun penjara setelah rapat hakim dulu,” ujar Humas Pengadilan Negeri Tarakan, Melcky Johni Ottoh.
Menurutnya, persidangan yang hanya digelar dua kali itu dikebut sepekan, karena kasus pembuangan Alquran ini cukup mengundang perhatian masyarakat, sehingga dikhawatirkan terjadi hal yang tidak diinginkan saat proses sidang berlangsung.
Selain itu masa penahanan terdakwa juga hampir habis, sehingga langsung diputus agar tidak ada perpanjangan masa tahanan lagi. “Pasalnya pencurian dan penodaan agama, bukan penistaan agama. Ancaman hukumannya lima tahun penjara, tapi majelis mempertimbangkan meskipun terbukti tapi terdakwa bersikap baik selama persidangan dan mengakui perbuatannya,” sambung Melcky.
Ia menambahkan dalam kesaksian terdakwa sebenarnya hendak mengembalikan Alquran yang dicurinya. Namun, urung dilakukan karena takut dipukuli warga yang memergokinya. “Ceritanya, terdakwa ini semacam belajar lah dari Alquran tapi salah penafsiran. Menurut pemahaman dia di semua surah diawali Bismillah. Tapi, ada Surah yang tidak diawali Bismillah, jadi seperti pengetahuan yang dangkal,” kata Melcky lagi.
Menurut psikolog yang diminta melakukan pemeriksaan terhadap IR ini, kata Melcky juga menyebutkan pengakuan terdakwa bisa melihat makhluk halus. “Kalau sampai melihat, setiap habis lihat pasti langsung sakit. Sama orangtuanya, terdakwa ini bahkan pernah dibawa ke dukun untuk menyembuhkan tapi tidak ada pengaruhnya,” bebernya.
Terdakwa maupun JPU, usai mendengarkan putusan Majelis Hakim meminta waktu untuk pikir-pikir selama tujuh hari. (saf)