Breaking News
Home >> Football kaltim >> Pembuktian Pemain Lapis Kedua
marlon

Pembuktian Pemain Lapis Kedua

Mitra Kukar Taklukan Sriwijaya FC dengan Skor 1-0

TENGGA-RONG – Mitra Kukar kembali mendulang poin penuh setelah menu-ndukan Sriwijaya FC de-ngan skor tipis 1-0 dalam laga yang digelar Stadion Madya Aji Imbut, Tenggarong Seberang. Gol kemen-angan Naga Mekes disumbangkan Marlon da Silva pada menit ke-54.
Kemenangan tersebut cukup membanggakan sebab skuat diturunkan Pelatih Kepala, Jafri Sastra, sebagian besar pemain pelapis yang selama ini kerap menghangatkan bangku cadangan.
Jafri memberikan apresiasi terhadap anak asuhnya yang bisa menerjemahkan strategi yang diberikan, sehingga banyak tercipta peluang khususnya pada babak pertama. Namun sayangnya pemain depan kerap tidak tenang sehingga peluang demi peluang banyak disia-siakan. “Dari open play kita banyak peluang pada babak pertama, tapi kesempatan ada di penalti, bahkan dua kali kesempatan baru Marlon bisa mencetak gol,” tuturnya.
Tendangan Marlon sebenarnya dapat ditepis Teja Paku Alam, untung Marlon mampu menyambar bola sehingga terjadilah gol.
Jafri juga meng-aku telah meng-antisipasi strategi diterapkan Pelatih Kepala Sriwijaya FC, Widodo Cahyono Putro, yang menurut-nya kerap ber-tumpu pada umpan-umpan silang pada kedua sisi lapangan, yakni melalui Supardi dan Wildansyah.
“Di sana (depan, Red.) ada dua striker (Alberto Goncalves dan Hilton Moriera, Red.) punya keunggulan, sehingga lebih diperketat, lebih sabar lagi, ketika merampas bola kemudian langsung counter attack, sehingga mampu meng-hasilkan hal-hal positif oleh anak-anak, akhirnya kita dapan hadiah penalti,” jelas Jafri.
Terpisah, Widodo mengakui keunggulan Naga Mekes dan memberikan selamat atas keme-nangan kemarin sore. Meski demikian, Widodo menilai jalanya laga tidak menarik karena kedua tim, baik Sriwijaya FC dan Mitra Kukar, tidak menunjukan permainan terbaiknya. “Inilah sepak bola pemain sudah berjuang semaksimal mungkin, dan saya apresiasi, tetapi faktor penalti, handsball, itu tidak bisa kita tawar menawar lagi,” katanya.
Widodo menolak anggapan kalau pemain Laskar Wong Kito belum siap mengantisipasi pemain lapis kedua Mitra Kukar. Dirinya bersama tim pelatih yang lain sudah mengantisipasinya hal tersebut dengan mengevaluasi setiap keleb-ihan masing-masing pemain Mitra. “Cuma memang dari awal setelah 10 menit baru kita tidak bisa keluar (bermain, Red.) lepas, saya juga tidak tahu, tapi setelah babak kedua setelah ketinggalan, baru pemain-pemain keluar. Seharusnya yang begini (bermain lepas, Red.) sejak awal,” ungkapnya. (ale)