Breaking News
Home >> Hukum & Kriminal >> Pembunuh Sri Widodo Juga Gangguan Jiwa

Pembunuh Sri Widodo Juga Gangguan Jiwa

BALIKPAPAN – Anggota Jatanras Polres Balikpapan akhirnya berhasil menangkap pelaku pembunuhan Sri Widodo alias Wiwid (42) asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang ditemukan tewas, Senin (17/10) pagi. Pelakunya, Bambang Iriyansyah (38) yang diketahui sebagai teman korban. Polisi mengamankan tersangka di kawasan Ring Road, Balikpapan Selatan, Senin (17/10) sore.
Pelaku ditangkap tak melawan saat digelandang ke Mapolres Balikpapan untuk dimintai keterangan. Saat disodorkan pertanyaan, jawaban tersangka selalu ngelantur dan tidak fokus dengan pertanyaan yang diberikan penyidik. Belakangan diketahui pelaku juga merupakan orang yang mengalami gangguan jiwa.
“Saya sering diolok-olok orang gila, dia juga sering ngajak saya kelahi, saya khilaf ada mahluk yang pengaruhi saya,” kata Bambang di hadapan penyidik.
Bambang bercerita, aksi pembunuhan terjadi sekitar pukul 05.00 Wita, saat itu dirinya jalan di lorong di antara toko sepatu. Saat itu korban dikatakan mengajak tersangka berkelahi dengan menggenggam kedua tangannya seperti bermain tinju.
Seketika itu tersangka merasa ada mahkluk yang berbisik dan langsung mengambil batu serta balok kayu yang kemudian dipukulkan ke bagian wajah dan kepala korban sebanyak tiga kali. “Pakai batu saya pukul di gang itu, ada yang sengaja taro batu itu, ada hantu yang pengaruhi, saya pukul 3 kali di bagian wajah dan kepala. Habis itu saya lari ke Ring Road jalan kaki,” akunya.
Pelaku kesehariannya tidur di emperan toko ini mengaku pernah ditangkap dan dikirim ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Samarinda. Namun setelah sembuh dirinya dipulangkan kembali ke Balikpapan. “Parkir saja saya setiap hari, kalau tidur di emperan toko kadang di kebun belakang,” ucapnya.
Kapolres Balikpapan, AKBP Jeffri Dian Juniarta melalui Paur Subag Humas Polres Balikpapan, Iptu Suharto mengatakan diduga pelaku merupakan orang yang mengalami gangguan jiwa.
“Kita akan berkoordinasi dengan tim psikologi dan Biddokes Polda Kaltim untuk memastikan apakah dia benar-benar gila atau gimana,” terang Suharto. (yud)