Breaking News
Home >> DPRD KALTIM >> Pemerintah Perlu Pendekatan Intensif ke Pusat
Jafar Haruna menyampaikan PU Fraksi Demokrat pada paripurna ke–XXVI, Rabu (19/10).
Jafar Haruna menyampaikan PU Fraksi Demokrat pada paripurna ke–XXVI, Rabu (19/10).

Pemerintah Perlu Pendekatan Intensif ke Pusat

SAMARINDA – Fraksi Demokrat meminta pemerintah meningkatkan komunikasi lebih intensif dengan pemerintah pusat. Hal ini perlu dilakukan karena berdasarkan hasil perhitungan dan evaluasi semua jenis penerimaan daerah mengalami penurunan.
Juru Bicara Fraksi Demokrat, Jafar Haruna saat rapat paripurna ke-XXVI menanggapi Nota Penjelasan Keuangan Rancangan Peraturan Daerah (raperda) APBD-P 2016 yang telah disampaikan Pemprov Kaltim, Rabu (19/10) kemarin.
Fraksi Demokrat menilai rencana pendapatan 2016 mengalami penurunan derastis dari target murni Rp 11 triliun turun menjadi Rp 8.2 triliun. “Untuk Perubahan APBD, pendapatan juga turun hingga 25.41 persen atau Rp 2.6 triliun. Dari rencana Rp 10.2 triliun, anggaran perubahan hanya terealisasi Rp 7.6 triliun,” terang Jafar.
Selain itu, dalam nota keuangan tertulis salah satu penurunan penerimaan pendapatan dikarenakan menurunnya penggunaan BBM industri dan belum stabilnya harga batu bara yang berakibat pada defisit anggaran.
“Menurut Fraksi Demokrat, alasan tersebut kurang tepat. Kecenderungan menurunnya penggunaan BBM indutri dan tidak stabilnya harga batu bara beberapa tahun sebenarnya sudah terjadi. Artinya adalah, lemahnya antisipasi dan kurangnya respon yang memadai dari pemerintah menjadi penyebab defisit,” sebut Jafar.
Fraksi Demokrat juga meminta Pemprov Kaltim bekerja lebih keras agar target pendapatan di tahun berikutnya bisa tercapai. (adv/akb/gg)