Published On: Sen, Mei 27th, 2013

Pemilihan Keluarga Sakinah Teladan Kembali Digelar

TENGGARONG-Kementerian Agama bersama Pemkab Kukar melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) mengadakan pemilihan Keluarga Sakinah Teladan yang berlangsung dari 22-25 Mei 2013 di empat kecamatan se-Kukar.
Kabag Kesra Setkab Kukar, HM Arsyad mengatakan program pemerintah melalui Kementerian Agama menyelenggarakan program keluarga sakinah yang merupkan program pusat yang turun ke propinsi dan dilaksanakan oleh kabupaten melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra). “Ini adalah tahap awal program yang dilakukan oleh bagian kesra bekerja sama dengan Kementerian Agama tingkat Kabupaten Kukar untuk memilih dan mencari keluarga sakinah teladan yang benar-benar bisa menjadi suri tauladan  bagi kita semuan”ungkap Arsyad.
Ia mengungkapkan hari ini yang dilaksanakan di rumah H Zainuddin Bhuto di Kecamatan Tenggarong merupakan hari ketiga  yang sebelumnya dilaksanakan di Muara Muntai di rumah Rustinah Kepala Desa Rebak Dinding, Sebulu Desa Senoni H Jarkani  dan yang terakhir akan dilaksanakan di kecamatan Muara Badak H Warjaba Abu Talib Ketua Rukun Kematian Muara badak.
Menurutnya salah satu contoh bila terpilih menjadi keluarga sakinah bisa menjadi panutan atau contoh bagi masyarakat, keluarga yang telah berjalan selama 30 tahun tanpa ada cacatnya, mempunyai majelis taklim yang jalan terus, memiliki buku nikah yang jelas, mempunyai anak yang sukses dan berhasil dikeluarga  yang artinya ini menjadi contoh dan suri tauladan bagi masyarakat.
Program ini terus didorong untuk terus berlanjut setiap tahunnya dan menjadi program unggulan  dipemerintah kabupaten kukar. Ia juga berpesan kepada dewan juri agar memilih yang benar untuk menjadi keluarga sakinah teladan.
Kasi Bimas Islam , Kementerian Agama, Ihsan karim mengatakan tujan dari pemilihan keluarga sakinah teladan adalah memberikan contoh kepada keluarga-keluarga lain  agar mampu mempertahankan rumah tangganya untuk menjadi keluarga sakinah, mawadah dan warohmah.
Menurutnya sebuah perkawinan harus dibuktikan dengan surat-surat resmi bukan nikah siri karena konsekuensinya dengan masalah hukum. Mempunyai buku nikah yang resmi merupakan salah satu kriteria penting yang dinilai. Selain itu ,inimal usia perkawinan lebih dari 30 tahun, Selama menikah tidak putus nyambung kalo putus nyambung tak termasuk dalam pernikahan 30 tahun, Kehidupan pernikahannya harmonis rukun mawadah warohmah.(hmp06-lina)

Bagikan Berita Ini

  • Facebook
  • Twitter
  • Blogger

About the Author

korkal99 - Berita koran harian di kalimantan timur, Kutai Kartanegara, Bontang, Samarinda, Balikpapan, Penajam Paser Utara, Berau, Bulungan, politik, pemilu, pilkada, kriminal, olahraga, ekonomi

Email
Print
WP Socializer Aakash Web