Home >> Samarinda >> Pemkot Fokus Banjir di Wahid Hasyim
SEGERA DIATASI: Banjir yang terus terjadi di Samarinda membuat pemerintah harus segera mencari solusi untuk mengatasi sebelum kian bertambah luas.
SEGERA DIATASI: Banjir yang terus terjadi di Samarinda membuat pemerintah harus segera mencari solusi untuk mengatasi sebelum kian bertambah luas.

Pemkot Fokus Banjir di Wahid Hasyim

Wawali Sebut Bendali HM Ardans Sudah Berfungsi

SAMARINDA – Wakil Walikota Samarinda H Nuysirwan Ismail yang juga Ketua Tim Pengendalian Banjir mengaku, program pengendalian banjir baru saja menjadi fokus utama Pemkot Samarinda memasuki masa jabatannya yang kedua bersama Walikota Syaharie Jaang.
“Memang saat ini fokus utama kami dalam masa jabatan yang kedua untuk mengoptimalkan pengendalian banjir. Namun, untuk 2017 nanti kami akan lebih fokus untuk titik banjir di persimpangan Jalan KH Wahid Hasyim (Sempaja),” jelas Nusyirwan Selasa (29/11) kemarin saat ditemui Koran Kaltim di ruangan kerjanya.
Hal ini disampaikan Nusyirwan terkait dengan semakin meluasnya banjir di Kota Tepian sementara pemerintah belum terlihat ada action nyata untuk menanggulangi, seperti halnya yang terjadi pada Senin (28/11) lalu dimana hampir seluruh wilayah Samarinda tergenang banjir imbas hujan deras yang turun selama dua jam.
Menurut Nusyirwan, di 2017 mendatang ada dua titik banjir yang bakal diselesaikan selain Jalan KH Wahid Hasyim yaitu Jalan Pangeran Antasari. Namun belakangan ini setelah ditinjau lebih dalam, ternyata banjir di Jalan Pangeran Antasari sudah berkurang. “Dulu memang pernah ada usulan agar kita juga fokus untuk mengendalikan banjir di Antasari, namun saat ini dilaporkan Bendali (Bendungan Pengendali) HM Ardans di Ring Road II Suryanata sudah berfungsi oleh sebab itu titik itu kami hapuskan. Apalagi anggaran tahun depan kan sangat terbatas,” jelasnya.
Nusyirwan juga menyorot para pemilik usaha perumahan yang selama ini dinilai kurang memperhatikan pembuatan drainase. “Bukan berarti kami ingin mematikan usaha pengembang rumah, namun harus kami akui selama ini beberapa faktor penyumbang banjir seperti di Bengkuring itu kan karena pembukaan lahan eks tambang yang dijadikan perumahan. Belum lagi perizinannya pun belum tuntas diselesaikan serta prilaku masyarakat yang menganggap ada larutan air sebagai tempat membuang sampah” paparnya.
“Yang jelas nantinya kami tidak hanya fokus untuk memperingatkan warga agar tidak buang sampah sembarangan, namun kami juga akan memperhatikan perizinan perumahan,” pungkas Nusyirwan. (ms315)