Breaking News
Home >> Samarinda >> Pemkot-Koperasi Korem Putus Kerjasama
PAD TAK TERCAPAI: Tak jelas dan mengalami kebocoran, wajar kalau kontrak kerjasama pemkot dengan Korem mengelola parkir di Samarinda diputus.
PAD TAK TERCAPAI: Tak jelas dan mengalami kebocoran, wajar kalau kontrak kerjasama pemkot dengan Korem mengelola parkir di Samarinda diputus.

Pemkot-Koperasi Korem Putus Kerjasama

Terkait Pengelolaan Parkir, Terapkan Sistem Berlangganan Tahun Depan

SAMARINDA – Setelah sempat mendapat masukan dari DPRD Samarinda untuk tak melanjutkan kerjasama pengelolaan parkir dengan Koperasi Koperasi Kartika Aji Mustika Prima milik Korem 091/ASN dengan alasan tidak memberikan keuntungan atau pemasukan untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pemkot Samarinda akhirnya mengeluarkan keputusan untuk menerima masukan tersebut dengan memutus kerjasama pada akhir tahun ini.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda Ismansyah kepada media ini kemarin. “Tahun depan kami akan menerapkan parkir berlangganan, jadi nantinya akan bekerjasama dengan pihak Samsat dan Dinas Pendapatan Kaltim, karena itu kami tidak akan bekerjasama lagi dengan Koperasi Korem dalam hal pembinaan,” jelas Ismansyah.
Seperti diketahui sampai saat ini Dishub belum juga mencapai target parkir terutama parkir di tepi jalan. Target PAD dari parkir tahun ini Rp4 miliar namun mendekati akhir tahun, baru terelisasi setengahnya. “Karena itulah kami mengambil sikap dengan menjalankan penertiban parkir seperti biasa. Para juru parkir pun sudah kami pantau secara bergantian oleh petugas kami yang berkeliling setiap harinya,” ungkap Ismansyah lagi.
Kendati penyetoran retribusi parkir dilakukan nyatanya masih banyak yang bocor, salah satunya dibeberapa ruko yang memiliki lahan parkir sendiri. “Untuk yang memiliki lahan parkir sendiri, itu sudah diatur sebagai parkir otonom jadi mereka harus membayar pajak sendiri dan tidak ada lagi parkir liar karena semua resmi terpantau dan masuk pajak daerah,” sebut Ismansyah lagi.
Dengan menggandeng Samsat dan menggunakan sistem parkir berlangganan diharapkan target PAD tahun 2017 bisa terkejar. “Kami sudah merintis program parkir berlangganan, nantinya parkir berlangganan bersamaan dengan pengurusan STNK. Kalau dihitung-hitung jika satu pengguna kendaraan membayar Rp25 ribu pertahun bisa diperkirakan retribusi parkir bisa mencapai Rp12 miliar pertahunnya,” papar Ismansyah.
Sebelumnya Komisi II DPRD Samarinda Hadi Hartono sudah menyampaikan mengenai permintaan agar pemkot memutus kontrak kerjasama pengelolaan parkir dengan Korem 091/ASN ini. Menurut Hadi, realisasi retribusi parkir belum menyentuh angka pencapaian target pungutan yang sebelumnya sudah diputuskan bersama. Hadi menilai Koperasi Korem yang ditunjuk langsung pemkot tak maksimal meraup pundi PAD. “Pencapaian yang ada diluar dari ekspektasi, karena itu sebaiknya diputus saja kerjasamanya,” kata Hadi beberapa waktu lalu.
Kerjasama antara Pemkot Samarinda dan Korem 091/ASN dalam pengelolaan retribusi parkir ini digulirkan sejak Desember 2015. Juru parkir (jukir) yang ada di Kota Tepian sebagian berada di bawah pembinaan atau naungan dari Koperasi Korem 091/ASN. (ms315)