Pemkot Segera Turunkan Watermaster


korankaltim
korankaltim
2016-10-05 05:05:55
Bantu Pembersihan di Lokasi Pembongkaran SKM Ruhui Rahayu



SAMARINDA – Pasca melakukan pembongkaran terhadap 130 bangunan milik warga yang berada di atas tanah pemerintah di bantaran Sungai Karang Mumus segmen Jl S Parman (Ruhui Rahayu) hingga Jembatan Gelatik di Jl Gelatik, selanjutnya alat penyedot lumpur atau watermaster asal Finlandia akan diturunkan untuk membantu proses pembersihan di lokasi pembongkaran.

Kepala Bidang Pengendalian Banjir Dinas Bina Marga dan Pengairan Desy Damayanti kepada harian ini menjelaskan hal tersebut. “Secepatnya watermaster akan diturunkan, tapi kami menunggu laporan dari Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja) mengenai keamanannya. Kalau tempat tersebut sudah aman watermaster akan langsung diturunkan,” kata Desy Selasa (4/10) kemarin.

Saat ini watermaster sendiri masih berada di Jl Wahid Hasyim Sempaja, tepatnya di polder Jl Perjuangan setelah sebelumnya berada di belakang Hotel Atlet Kompleks Stadion Madya Sempaja dan digadang melakukan pengerukan lumpur di parit sekitar kawasan tersebut yang selalu banjir setiap kali hujan deras turun.

“Mungkin dua minggu dulu melakukan pengerukan di polder Jl Perjuangan, setelah itu baru ke SKM di Jl Ruhuy Rahayu. Di Jl Perjuangan watermaster menormalisasikan sedimen-sedimen yang tertumpuk sejak lama,” papar Dessy.

Selain mengerjakan kegiatan normalisasi, ia juga tidak ingin kedepannya ada masalah sosial yang muncul dari masyarakat. Sebab sejak Senin (3/10) lalu, seluruh masyarakat khususnya para wanita lanjut usia (lansia) sudah dilarang untuk tinggal di posko dan mereka memilih bertahan di lokasi pembongkaran rumah mereka agar bisa mengawasi sisa barang bangunan. “Setelah masalah sosial disana (SKM) tuntas, baru kami operasikan watermaster disana,” jelasnya.

Ketua RT 01 Siswoyo mengatakan, sebagian warganya saat ini memang sementara waktu menumpang ditempat keluarganya. “Warga kami masih menunggu kepastian lahan yang berada di Lubuk Sawah Mugirejo. Menurut informasi saat ini pematangan lahannya seminggu lagi, setelah itu bahan bangunan milik warga akan dipindahkan kesana,” kata Siswoyo.

Kalau sisa bahan bangunan sudah dikirim ke Mugirejo maka dipastikan Siswoyo warga yang dipimpinnya tersebut baru akan benar-benar meninggalkan lokasi pembongkaran. “Sampai saat ini masih banyak warga kami yang bingung mau tinggal dimana, makanya sambil menunggu lahan di Mugirejo selesai baru warga mengangkut sisa bahan bangunan mereka ke sana,” paparnya. (ms315)

baca LAINNYA