Dipublish: 25 Agustus 2013, 21:52

Pemkot Seriusi Bangun Bandara di Nyerakat Kiri Bontang

BONTANG-Walikota Bontang Adi Darma mengatakan akan menseriusi pembangunan bandara Nyerakat Kiri Bontang. Izin dari Kementerian Perhubungan sudah keluar tahun 2012 lalu. Saat ini tinggal Dinas Perhubungan sudah membuat RTT (Rencana Teknis Terinci) perencanaan pemba-ngunan.
Adi Darma mengatakan kalau sudah ada RTT, maka Pemkot akan usulkan anggaran tambahan di Provinsi Kaltim bahkan pusat. Bahkan sudah ada ada investor yang siap bangun bandara. “Sudah ada investor yang datang yakni Indonesia Air. Namun, kita nggak semudah itu untuk nunjuk investor. Tapi kita selesaikan dulu lahan dan perencanaannya. Jadi kita bica-rakan dengan DPRD, baiknya bagaimana,” jelasnya.
Adi juga mengatakan, rencana pembangunan bandara ini juga didukung penuh oleh dua perusahaan besar di Bontang yakni PKT dan PT Badak NGL. Malahan, PT Badak NGL mengatakan, akan menutup bandaranya apabila pemerintah telah membuat ban-dara dan siap membantu dengan memindahkan seluruh peralatan /perlengkapan bandaranya.
Rencananya, bandara yang akan dibangun di atas lahan 92 hektare di wilayah Nyerakat Kiri, Bontang ini, untuk sementara dibangun kelas perintis dahulu. Namun Adi menginginkan agar landasannya sudah bisa dilandasi pesawat minimal pesawat jet pribadi ataupun jenis Boeing, sehingga sewaktu-waktu apabila ada pejabat Pemerintah Pusat yang ingin ke Bontang tidak perlu lagi transit di Balikpapan, melainkan langsung bisa turun di landasan bandara Bontang.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan, Ahmad Suharto mengatakan, saat ini Dishub sedang mempersiapkan RTT, dan dipastikan tahun ini akan selesai. Sementara untuk batas kawasan kebisingan baru diproses, termasuk KKOP (kawasan keselamatan operasional penerbangan) juga masih dalam proses, juga penyu-sunan Amdal. “Semuanya amsih dalam proses dan kami traget tahun ini selesai semua,” jelasnya.
Untuk lokasinya sendiri, wilayah Nyerakat Kiri sangat cocok untuk bandara karen akultur tanahnya keras dan padat juga datar. Sementara rencana awal yakni di lokasi ex terbang layang, kultur tanahnya tidak bagus alias urukan.
“Luas lahan 92 hektare. Dan jalan masuknya 12 hektare, Masih masuk wilayah Bontang dan di perencanaan Run Way-nya sepanjang 1.300 meter, DED-nya masih kelas ATR,” pungkas-nya.(ool)

Bagikan Berita Ini

  • Facebook
  • Twitter
  • Blogger