Breaking News
Home >> Ekonomi kaltim >> Pemuda Diminta Belajar Bertani dan Beternak

Pemuda Diminta Belajar Bertani dan Beternak

TENGGARONG – Dampak dari Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal pada perusahaan tambang menjadikan Kutai Kartanegara memiliki banyak pengangguran. Sebagian dari mereka banyak yang beralih profesi menjadi pedagang, petani maupun pekerja di sektor lain. Dengan adanya situasi seperti itu Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Kutai Kartanegara (Disperidagkop Kukar) banyak melakukan pelatihan – pelatihan kewirausahaan.
“Di dalam pelatihan – pelatihan itu kita banyak memberi motivasi supaya lebih kepada entrepreneur, seperti berdagang, membuka usaha yang sifatnya untuk konsumsi nasional agar tak terpengaruh oleh efek kelesuan ekonomi” kata Asdian, Plt Sekretaris Disperidagkop Kukar kepada Koran Kaltim Jumat (25/11) kemarin.
Asdian juga memberikan contoh usaha yang menjadi konsumsi nasional ini seperti memelihara ternak, ikan, maupun bertani. “Cabe dan Terong itu kita datangkan dari luar pulau. Dengan datangnya perusahaan – perusahaan dari luar seperti sawit dan tambang, masyarakat yang tadinya menanam terong itu sepertinya lupa dan mereka tinggalkan,” katanya.
“Kami berharap kepada pemuda – pemuda untuk mau berkebun dan bertani, jangan terlalu berharap pada perusahaan. Situasi saat ini selain menjadi kelemahan juga bisa menjadi peluang kita untuk berkembang,” tambahnya.
Sayangnya sampai penghujung 2016 nanti, tidak ada pelatihan kewirausahaan yang akan dilaksanakan lagi oleh DIsperidagkop Kukar.
“Kita tidak akan mengadakan pelatihan lagi, direncanakan pelaksanaan pelatihan itu di tahun 2017. Tahun 2016 sudah banyak dilaksanakan, tapi anggarannya masih ada,” ujarnya. Adanya APBD perubahan 2017 disebutkan juga sebagai salah satu faktor yang menyebabkan tidak adanya pelatihan sampai akhir tahun 2016 ini.
Disampaikan pula oleh Asdian bahwa sejak Januari 2017. Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Kutai Kartanegara (Disperidagkop Kukar) akan dipecah menjadi dua institusi yang berbeda yaitu Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil Menengah dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan. (ted1116)