Home >> Ekonomi kaltim >> Pendapatan Pegadaian Lampaui Target
KIAN DIANDALKAN: Hingga kini Pegadaian masih merupakan salah satu lembaga keuangan yang masih sangat 
diandalkan warga masyarakat yang memerlukan pendanaan dalam waktu yang cukup men-desak. Syarat-syarat yang 
diberikan pun tergolong ringan
KIAN DIANDALKAN: Hingga kini Pegadaian masih merupakan salah satu lembaga keuangan yang masih sangat diandalkan warga masyarakat yang memerlukan pendanaan dalam waktu yang cukup men-desak. Syarat-syarat yang diberikan pun tergolong ringan

Pendapatan Pegadaian Lampaui Target

98 Persen Barang Gadai Berupa Emas

TENGGARONG –Pegadaian Cabang Tenggarong yang berlokasi di jalan Imam Bonjol, Tenggarong sampai hari ini sudah melampaui target pendapatan tahun 2016 yang dipatok sebesar Rp. 83,1 miliar.
“Sampai hari ini kami sudah melewati target tahun 2016. Pencapaian kami sudah di angka Rp88,9 miliar atau 107 persen dari target yang dipatok oleh Pegadaian pusat,” kata Kasto, Pimpinan Pegadaian Cabang Tenggarong kepada Koran Kaltim Senin (28/11) kemarin.
Pendapatan yang melampaui target tersebut sudah merupakan hasil menyeluruh dari unit – unit yang tersebar di seluruh Kukar. Setidaknya ada tujuh unit Pegadaian yang berada di bawah Pegadaian Cabang Tenggarong yaitu Unit Danau Aji, Unit Rapak Mahang, Unit Pasar Mangkurawang, Unit Pasar Tangga Arung yang sekarang pindah ke Jalan Kartini, Unit Loa Kulu, Unit Teluk Dalam dan Unit Kota Bangun.
Adapun barang yang banyak digadai oleh nasabah kebanyakan berupa emas. “98 persen berupa emas, dan sisa 2 persennya adalah barang gudang,” ujarnya.
Untuk kelancaran angsuran, Kasto mengaku jika nasabah Pegadaian Cabang Tenggarong cukup lancar dalam menjalankan angsuran dengan persentase penunggakan hanya sekitar 0,01 persen.
Menurut Kasto, dana yang didapat oleh nasabah biasanya digunakan untuk berwirausaha. “Kebanyakan digunakan untuk membuka usaha, sedangkan yang lainnya bersifat konsumtif seperti untuk modal pernikahan atau membiayai sekolah anak.
Untuk barang gadaian yang sudah jatuh tempo, biasanya pihak Pegadaian coba melelangnya.
“Setiap bulan kami adakan pelelangan. Barang yang dilelang akan dipajang di ruang depan,” ujarnya.
Setiap barang yang akan dipajang untuk dilelang adalah barang yang sudah jatuh tempo selama empat bulan dan disampaikan ke nasabah. Jika tak ada konfirmasi selama jatuh tempo maka barang itu akan dilelang.
Dibanding tahun 2015 lalu, persentase pendapatan dari Pegadaian memang ada peningkatan sekitar 10 persen. Menurut Kasto, salah satu faktornya adalah pemutusan hubungan kerja yang banyak di sekitar Kukar. (ted1116)