Home >> PPU - Paser >> Pengendara Roda Dua Masih Dominan
OPERASI ZEBRA: Petugas Satlantas Polres PPU saat melakukan pemeriksaan kelengkapan dan surat menyurat kendaraan, dimana selama berlangsungnya OZM ratusan pengendaraan terjaring razia di PPU
OPERASI ZEBRA: Petugas Satlantas Polres PPU saat melakukan pemeriksaan kelengkapan dan surat menyurat kendaraan, dimana selama berlangsungnya OZM ratusan pengendaraan terjaring razia di PPU

Pengendara Roda Dua Masih Dominan

Ratusan Ranmor Terjaring OZM

PENAJAM – Ratusan pengendara kendaraan bermotor (ranmor) roda dua dan empat berhasil terjaring Operasi Zebra Mahakam (OZM) 2016 yang digelar Satuan Lalu Lintas Polres Penajam Paser Utara (PPU) selama beberapa hari terakhir, sejak Rabu (16/11) lalu OZM resmi digelar.
“Jumlah ranmor roda dua dan empat yang berhasil terjaring dalam berjalannya OZM 2016 mencapai ratusan unit karena melakukan pelanggar lalu lintas di kawasan – kawasan tertib lalu lintas Polres PPU,”ujar Kapolres PPU, AKBP Teddy Ristiawan melalui Kasat Lantas Polres PPU AKP Seti Handoko, kepada Koran Kaltim, usai digelar kegiatan razia OZM, Minggu pagi (20/11) kemarin.
Dibeberkannya, saat memasuki hari keempat Sabtu (19/11) lalu, total ranmor yang terjaring berjumlah 232 pelanggaran dengan perincian, 195 kendaraan dilakukan tilang dan sisanya 37 unit hanya diberi sanksi teguran. Ranmor yang terjaring karena terdapat pelanggaran ini ketika pihaknya melakukan razia OZM di empat kecamatan se-PPU.
“Dalam kegiatan OZM ini, kami bekerjasama dengan petugas Unit Pelaksan Teknis (UPT) Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Provinsi Kaltim Kabupaten PPU untuk melakukan pemeriksaan pajak kendaraan sesuai dengan wewenangnya,”katanya.
Untuk diketahui, lanjut Seto, dari semua pelanggaran yang terjaring dalam OZM tersebut rata – rata pelanggaran pada kasat mata seperti tidak memakai helm, tidak ada kaca spion, lampu kendaraan tidak berfungsi dengan baik. Termasuk juga pelanggaran karena tidak memiliki SIM.
“Dari ratusan ranmor tersebut pelanggarannya didominasi oleh ranmor roda dua, karena tidak menggunakan helm, lampu kendaraan tidak berfungsi dengan baik tidak melengkapi kendaraan dengan kaca spion, tidak memiliki SIM bahkan ada pengedara lupa bawa SIM saat berkendaraan,”ucapnya.
Menurutnya, kegiatan OZM ini merupakan waktu yang tepat untuk melihat kembali surat-surat kendaraan masyarakat, apakah masih hidup atau sudah melewati masa berlaku. Oleh karena itu, dirinya menghimbau, agar masyarakat tidak lupa memakai kelengkapan berkendara baik dari segi kelengkapan fisik kendaraan maupun surat-suratnya sebelum melakukan perjalanan.
“OZM ini merupakan kegiatan yang tidak lain untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalulintas baik dari segi perlengkapan keselamatan diri dalam berkendaraan,”pungkasnya.(nav)