Home >> Kutai Kartanegara >> Penghapusan UN Bikin Siswa Malas
ILUSTRASI
ILUSTRASI

Penghapusan UN Bikin Siswa Malas

Disdik Kukar: Tetap Harus Ada Standar

TENGGARONG – Pengamat Pendidikan Suid Saidi menilai penghapusan ujian nasional (UN) akan menyebabkan siswa malas belajar. Selain itu, kebijakan meluluskan siswa pada tingkat sekolah juga rental terjadi kongkalikong.
“Pasti siswa malas belajar jika UN dihapuskan, siswa akan meng-anggap remeh pendidikan. Apalagi kalau guru punya kede-katan dengan siswa, mereka berpikiran pasti lulus ujian. Ini sisi negatif jika UN dihapus,” kata Suid Saidi kepada Koran Kaltim, kemarin.
Namun, kata Suid, penghapu-san UN juga ada sisi positifnya. UN tidak lagi membuat siswa tertekan karena nilai standar kelulusan tidak diberlakukan. Kebijakan ini juga menghemat anggaran negara.
“Untuk UN, pemerintah harus mengeluarkan dana sekitar Rp500 miliar, ini kan sangat bermanfaat jika dialihkan untuk kepentingan infrastruktur sekolah, seperti pengadaan sarana penunjang kependidikan bagi sekolah-sekolah yang membutuhkan,” ujar Suid.
Sementara itu, Kadisdik Kukar Wiyono mengatakan pihaknya siap mengikuti arahan Pemerintah Pusat, jika memang UN yang selama ini dijadikan standar kelulusan siswa dihapuskan dan diserahkan ke daerah.
“Tapi pusat juga harus jelas dalam menentukan standar yang menjamin mutu pendidikan di daerah. Sekolah yang infranstruktur pendidikannya memadai seperti di kota, jangan disamakan standar nilainya dengan sekolah yang sarana pendidikan tidak memadai, ini terkesan tidak adil,” ujar Wiyono.
Wiyono menilai, wacana penghapusan UN itu didasari beban psikologis siswa dan pengalihan dana untuk membangun sarana pendidikan. (ran415)