Home >> Kutai Kartanegara >> Penjahit Rugi Puluhan Juta
BELUM LUNAS: Jas-jas yang dikenakan para pengurus PBSI Kaltim inilah yang hendak ditarik penjahit karena belum dibayar lunas.
BELUM LUNAS: Jas-jas yang dikenakan para pengurus PBSI Kaltim inilah yang hendak ditarik penjahit karena belum dibayar lunas.

Penjahit Rugi Puluhan Juta

Jas Pelantikan PBSI Kaltim Belum Lunas

TENGGARONG – Syarkawi, penjahit yang mengerjakan jas untuk pelantikan pengurus Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kalimantan Timur (Kaltim) periode 2013-2017 mengaku mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.
Jas buatannya tersebut ternyata belum dibayar lunas oleh Edward Azran, orang suruhan Ketua PBPSI Kaltim Isran Noor untuk memesan jas tersebut.
“Jas itu saya kerjakan atas pesanan Haji Edward, selaku pihak yang bertanggung jawab memesan jas 117 lembar di toko saya,” kata Syarkawi kepada Koran Kaltim, kemarin.
Syarkawi mengaku kesal karena merasa dipermainkan oleh pihak pemesan. “Ini sudah sejak 2013 lalu, saya tagih-tagih dan dibayar empat kali. Dari Rp200-an juta, sekarang masih tersisa Rp79 juta,” ujarnya.
Kini, lanjut Syarkawi, PBSI Kaltim menyerahkan urusan tersebut kepada seseorang bernama Alip F.
“Saya juga dijanjikan oleh saudara Alip bahwa sisanya akan dibayar 31 Oktober 2016, tapi sama saja, perjanjian di atas materai itu cuma akal-akalan mereka,” ujar penjahit yang memiliki toko di kawasan Kelurahan Sukarame Tenggarong ini.
Jika tidak mampu membayar, Syarkawi meminta agar PBSI Kaltim mengembalikan jas yang telah dipakai sejumlah tokoh penting tersebut.
“Nama baik saya sudah tercoreng, toko kain tempat saya memesan tidak lagi percaya dengan kami. Jika mereka tidak mampu bayar, kami minta jas itu dikembalikan, walaupun jas-jas itu sudah dipakai tokoh-tokoh penting seperti Gubernur Awang Faroek Ishak, Walikota Samarinda Syaharie Jaang dan Mantan Bupati Kutim sekaligus Ketua PBSI Kaltim Isran Noor,” tegas Syarkawi.
Edwar Azran dan sejumlah pengurus PBSI Kaltim belum bisa dihubungi. (hei)