Penjual Alat Bantu Seks Dibekuk

0
1439
DIAMANKAN: Karena tidak mengantongi izin, penjual alat bantu seks diamankan kepolisian

Bisnis Berlangsung 3 Tahun, Pelaku Dijerat Pasal Berlapis

SAMARINDA – Unit Eksus Sat Reskrim Polresta Samarinda, meringkus seorang pria bernama Jalal Sayuti (46), karena menjual alat bantu seks tanpa izin. Warga Jalan Ir Juanda itu dicokok polisi pada Selasa (16/5), sekitar pukul 19.30 WITA. Kasat Reskrim, Kompol Sudarsono, melalui Kanit Eksus AKP Nono Rusmana, menjelaskan, aktifitas terlarang yang dilakukan Jalal, sudah terpantau polisi sejak 6 hari sebelum penangkapan.
“Dilakukan pengintaian sejak 11 Mei. Penyelidikan bermula dari postingan pelaku yang menjual alat bantu seks tersebut di media sosial,” ujar Nono. Untuk menangkap Jalal, polisi sempat Berpura-pura membeli alat bantu seks tersebut. Dari hasil penangkapan kasus tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa alat bantu seks berbentuk kemaluan pria sebanyak 25 buah dan berbentuk kemaluan wanita 5 buah. “Yang menyerupai kemaluan perempuan, itu ada berbentuk senter dan boneka,” terang Nono.
Selama melakukan penjualan, modus operandi yang dilakukan Jalal, adalah melayani pembeli dirumahnya dan juga mempromosikannya lewat media sosial. Menurut Nono, Barang-barang yang di jual Jalal, merupakan produk luar negeri yang seharusnya memiliki izin untuk penjualannya. Jalal saat ini ditahan di Mapolresta Samarinda, Jalan Slamet Ryadi, dan dikenakan pasal berlapis. “Ada 3 pasal yang kita terapkan dalam kasus ini, yakni pasal 45 junto pasal 27 ayat 1 Undang-udang ITE, pasal 106 UU perdagangan dan pasal 533 KUHP yang berbunyi, barang siapa yang terang-terangan menyiarkan tulisan atau gabmar yang dapat bangkitkan nafsu birahi,” tandasnya.
Sementara itu, ditemui di Mapolresta Samarinda, Jalal mengaku jika ia telah menjalankan bisnis jual alat bantu seks tersebut selama 3 tahun. “Saya beli online pakai modal sendiri, sudah berlangsung 3 tahun,” ungkap Jalal. Ia mengungkapkan, dalam sebulan, ia bisa menjual 3 sampai 4 buah alat bantu seks tersebut. Namun, selama menjalankan bisnis tersebut, Jalal mengku tidak mengetahui jika apa yang dilakukannya melangar undang-undang. (dor)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here