Penyiringan Abrasi Labuang Kallo Jadi Prioritas
TANA PASER – Belasan rumah warga Desa Labuang Kallo, Kecamatan Tanjung Harapan yang tergerus abrasi, dapat perhatian khusus Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Paser H Abdullah.
Karena kondisinya sangat parah dan dikuatirkan abrasi makin meluas, direncanakan untuk membangun siring di lokasi yang terkena abrasi.
Diakui Abdullah, kondisi di lokasi sangat memprihatinkan dan harus mendapat penanganan segera. Rusaknya hasil panen tambak karena masuknya air laut, juga telah mengganggu ekonomi masyarakat. Dari beberapa kali meninjau langsung lokasi yang dikeluhkan warga Desa Labuang Kallo itu, ia menghitung setidaknya dibutuhkan Rp3 miliar untuk penyiringan areal yang tekena abrasi. “Rp2,5 sampai Rp3 miliar dibutuhkan menyiring areal abrasi yang sangat parah,” ujar Politisi Demokrat Paser ini, Minggu (10/3) kemarin.
Abdullah mengatakan, pihaknya akan mengusulkan pembangunan siring penahan ombak jadi salah satu program skala prioritas di tahun anggaran 2014 mendatang. Sementara perencanaan pembangunannya, diupayakan dianggarkan di APBD Perubahan tahun ini.
“Belasan Petambak terpaksa harus kembali melaut, karena areal tambak yang selama ini diusahakan sudah tidak dapat dimanfaatkan lagi. Sebab masuknya air asin ke areal tambak merusak produksi tambak yang akhirnya ditinggalkan begitu saja,” kata Abdullah saat berbincang dengan Koran Kaltim).
Seperti diberitakan, Belasan rumah warga Desa Labuang Kallo, kecamatan Tanjung Harapan tergerus abrasi. Belasan hektar lahan tambak milik juga terbengkalai karena tidak bisa dimanfaatkan. Tingginya ombak saat cuara buruk juga menjadi hambatan. Kondisi ini telah berlangsung hampir dua tahun, dan telah dilaporkan warga pada Dinas Bina Marga, Pengairan dan Tata Ruang Kabupaten Paser. Sejak tahun 2011 lalu, pemerintah desa telah mengajukan usulan pembangunan siring untuk menahan abrasi. (San)





