Perbanyak Terobosan untuk Atasi Defisit

0
5

BALIKPAPAN – Merespon situasi ekonomi yang kurang baik, ditambah lagi pemotongan Dana Bagi Hasil (DBH) Migas yang berimbas pada defisit anggaran 2015 dan 2016. Mantan Wakil Walikota, Heru Bambang memberikan saran kepada Pemkot Balikpapan dalam mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Balikpapan.
Dia berpendapat pemerintah kota tidak perlu mengeluh kepada masyarakat. Menurutnya terobosan dan ide segar untuk mendongkrak pemasukan daerah sangat dibutuhkan sekali.
Heru mencontohkan seharusnya Pemkot melakukan pemutihan perizinan seperti Izin Mendirikan Bangunan (IMB), PBB maupun perizinan lainnya. “Lakukan pemutihan dalam setahun aja, nggak usah dikasih waktu sampai lima tahun, yang penting di akhir tahun ini (2016) bisa mendapatkan uang dulu kan lumayan kalau bisa mendapatkan Rp50 miliar,” ujar Heru belum lama ini.
Menurutnya dengan pemutihan perizinaan itu bisa dilakukan dengan memberikan peluang kepada masyarakat maupun perusahaan sehingga pajak yang diperoleh bisa maksimal. “Perizinan-perizinan yang sudah mati, mudahkan semuanya. Yang belum punya KTP dorong mereka untuk mengurusnya dengan dilayani dan dipermudah,” sarannya.
“ Kayak tax amnesty itu bagus membuat orang sadar dan melaporkan pajak dengan benar, “ sambungnya.
Dia sependapat dengan Pemkot Balikpapan yang segera merespon keinginan kemudahan investasi yang juga mampu memberikan kontribusi bagi pemasukan daerah. “ Itu sudah bagus sekali tinggal dilakukan terobosan lainnya, “ tuturnya.
Dia menilai, potensi pajak yang belum tergarap dengan maksimal masih cukup tinggi. Seperti PBB, yang mungkin masih banyak warga yang belum menyetor pajaknya. Pendapatan PBB ditarget Rp75 miliar di tahun ini, diharapkan tercapai dengan maksima dengan terobosan pemkot. “Saya lihat masih banyak warga yang belum membayar PBB. Mestinya harus dilakukan pemutihan PBB, pokoknya pembayaran yang tertunda di 2016 dihapus semuanya,” ungkapnya.
Namun mantan Wakil Walikota ini menilai penggarapan pajak PBB memang ini menguras tenaga untuk memenuhi target. “Caranya terus beri kemudahan pembayaran pajak PBB tidak hanya difokuskan di satu tempat (Dispenda), namun juga bisa dilakukan di kelurahan-kelurahan. Gunanya, supaya memberikan pelayanan dengan mudah kepada para wajib pajak. Saya lihat target pajak tidak mencapai target mestinya itu diperhatikan,”tukasnya. (din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here