Dipublish: 11 Maret 2013, 17:33

Perbatasan Masih Priortitas

MALINAU—Tahun  2012 pemerintah telah mengucurkan anggaran untuk pembangunan kawasan perbatasan sebesar Rp336, 1 miliar lebih dari anggaran belanja daerah pada APBD tahun tersebut sebesar Rp2,113 triliun lebih.  Anggaran sejumlah itu, kata Bupati Yansen TP dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ), Kamis lalu,   dialokasikan untuk kegiatan pembangunan di 4 sektor yakni pembangunan SDM, infrastruktur, ekonomi kerakyatan, dan birokrasi kepegawaian.  Untuk subsidi, imbuhnya, pemerintah telah merealisasikan anggarans sebesar Rp26, 5 miliar. Mencakup subsidi penerbangan dan barang ke wilayah perbadatan dan pedalaman.
Ditegaskan Bupati Yansen TP, perbatasan mendapat perhatian sungguh-sungguh dari pemerintah daerah karena wilayah tersebut masuk dalam kawasan strategis yang juga menyangkut kedaulatan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menurutnya, untuk menghubungkan kawasan strategis perbatasan, pembangunan jalan perbatasan dikerjakan secara berkesinambungan. Hingga tahun ini sudah 3 kecamatan, yakni Sungai Boh, Kayan Hulu dan Kayan Selatan yang terhubungkan oleh jalan darat. Selebihnya, menjadi pekerjaan rumah pemerintah. Tidak mutlak tanggung jawab pemerintah daerah tapi juga tangung jawab pemerintah provinsi dan pusat.
Sementara itu, untuk menghubungkan perbatasan dengan luar, akses komunikasi pun mendapat prioritas. Sampai tahun 2012 lalu telah dibangun 11 tower komunikasi. .(wh)

Bagikan Berita Ini

  • wp socializer sprite mask 32px Perbatasan Masih Priortitas
  • wp socializer sprite mask 32px Perbatasan Masih Priortitas
  • wp socializer sprite mask 32px Perbatasan Masih Priortitas