Published On: Kam, Jun 20th, 2013

Perda Pendidikan Atur Wajib Sertifikasi Baca Tulis Al Quran

BALIKPAPAN - Raperda Pendidikan yang sudah finalisasi di tingkat Pansus DPRD kota, akan memuat salah satu point penting, yakni kewajiban tiap siswa muslim untuk dapat membaca dan menulis Al Quran dalam bentuk sertifikasi.
Aturan ini selama ini telah berlaku dilingkungan Dinas Pendidikan namun pada 2014 akan lebih difor-malkan dalam Perda Pendidikan kota. Ketua Pansus Pendidikan Syari-fuddin Odang mengatakan, point wajib baca tulis Al Quran telah men-dapat persetujuan dari seluruh stake-holder kota. “Sebelum ada Perda memang sudah dipersyaratan seperti menunjukan surat keterangan baca tulis Al Quran dimana mereka belajar. Ini masuk dalam Perda Pendidikan yang  nanti diberlakukan 2014 mung-kin setelah diketuk ini,” kata Odang yang juga sekretaris Komisi IV DPRD.
Aturan ini akan berlaku mulai dari tingkatan sekolah dasar hingga sekolah lanjutan atas (SLTA). Urgensi masuknya point dalam Perda Pendidikan Kota selain dimaksudkan sebagai upaya menciptkan akhlak mulia di kalangan pelajar juga dimaksudkan agar pelajar muslim seragam dapat melaksanakan baca tulis Al Quran.
“Yang sekarang lebih mengarah bagaimana akhlak anak itu. Artinya jangan hanya anak itu dibuktikan dengan sertifikat nyata ada anak-anak yang belum bisa baca tulis Al Quran. Sehingga kita seragamkan seperti itu,” jelasnya.
Dalam sertifikasi baca tulis Al Quran, Raperda Pendidikan kota tidak menunjuk lembaga khusus yang dapat mengeluarkan sertifikasi kepada siswa. Karena selama ini sudah ada TPA. “Tidak ada lembaga khusus, sekarang ini sudah ada seperti TPA Al Quran. Jadi sekolah hanya memberikan persyaratan saja. Dalam pelajar agama juga ditambahkan dua jam pelajar pada sisi prakteknya sebagai penguatan teori yang disampaikan,” urainya.
Soal kemungkinan munculnya sertifikasi palsu, Odang  berpendapat masyarakat dan pengurus RT harus mendapat sosialisasi yang benar mengenai  praktek baca tulis Al Quarn sehingga diyakni tidak ada upaya pembohongan melalui sertifikat itu.
“ Selain itu kita usahakan kesana (ada tes) tiap sekolah artinya pembuktian sertifikat itu ya dites sehingga apa yang kita harapkan. Karena selama ini kita beranggapan pembangunan karakter keislaman bagi siswa muslim sangat penting makanya kalau kita kuat fundamental keislaman Insyaallah itu dapat terlihat diperserta didik,” terangnya.
Penguatan dasar keimanan ini diyakini Odang dapat menjadi benteng bagi siswa dalam menyingkapi problem kehidupan yang banyak sekali godaanya.” Saya yakin itu dapat memperkuat karakter siswa,” tandasnya.
Odang juga menilai keberadaan PAUD dan TPA merupakan Pendidikan luar sekolah yang sangat besar memberikan kontribusi bagi siswa dalam penguatan dasar-dasar karakter islam bagi anak usia dini. (din)

Bagikan Berita Ini

  • Facebook
  • Twitter
  • Blogger

About the Author

korkal99 - Berita koran harian di kalimantan timur, Kutai Kartanegara, Bontang, Samarinda, Balikpapan, Penajam Paser Utara, Berau, Bulungan, politik, pemilu, pilkada, kriminal, olahraga, ekonomi

Email
Print
WP Socializer Aakash Web