Perhatikan Batas Aman Kedalaman Alur Ban!


korankaltim
korankaltim
2016-10-11 05:00:30
Ban mobil dirancang menggunakan alur atau biasa disebut kembangan untuk menambah daya rekat dengan jalan. Kembangan akan semakin menipis sesuai seringnya penggunaan. Ketebalan kembangan memiliki ukuran tersendiri dari masing-masing pabrikan. Batasan ini harus dipatuhi oleh pemilik kendaraan agar tidak membahayakan.

Sport Segment Business Manager Michelin Indonesia Refil Hidayat mengatakan, selain petunjuk pada dinding ban, ada batas ukuran maksimal yang menjadi tanda bahwa karet bundar harus sudah diganti dengan yang baru.

"Kalau ban baru, katakanlah untuk kendaraan penumpang biasa kedalaman alurnya 7-8 milimeter. Saat mobil dipakai terus menerus ini akan menipis dan ukurannya terus menurun hingga menyentuh tanda. Jika sudah menyentuh tanda berarti kedalaman alurnya tinggal 1,6 milimeter. Ini jadi batas maksimal untuk diganti," ujarnya beberapa waktu lalu.

Kedalaman alur ban, kata dia, sudah diatur sesuai dengan tyre wear indicator (TWI) yang menjadi regulasi bukan hanya di Indonesia, tetapi juga dunia.

"Semua ban yang dipakai onroad enggak boleh model slick tyre atau dalam artian harus memiliki alur. Pada saat ban itu dipasang dan dipakai maka minimal standar yang ada harus dipatuhi," pungkas dia. (okc)

baca LAINNYA

korankaltim
korankaltim
1 week ago | dibaca 28 kali
img