Dipublish: 5 Agustus 2013, 21:57

Pesan Bom: Jeritan Rohingya

COVER

Mirip dengan Bom Bangka yang Ditujukan ke Kedubes Myanmar

JAKARTA - Sebuah bom berdaya ledak rendah meletup di Vihara Ekayana, Kebon Jeruk, Jakarta pada Minggu malam ketika ratusan orang sedang beribadah di vihara tersebut. Seorang warga yang berada di dekat TKP terluka ringan. Polisi juga menemukan satu bom lagi yang tidak sempat meledak.

Kabareskrim Polri Komjen Sutarman menyatakan terdapat dua bom yang ditelakkan terpisah di Vihara Ekayana.

“Ada dua yang satu di depan pintu masuk utama, meledak dengan ledakan kecil. Yang kedua berada di pintu masuk sebelah dalam. Tidak jadi meledak, hanya mengeluarkan asap. Ledakan tidak menghancurkan bungkusannya,” kata Komjen Sutarman di lokasi, kemarin.

Bom pertama tersebut, kata Sutarman, bahkan tidak mampu meledakkan kaca yang berada di dekat bom tersebut.  Selain dua ledakan itu, juga terdengar ledakan ketiga sekitar pukul 23.00 WIB. Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, ledakan ketiga itu merupakan bom yang sengaja diledakkan oleh tim Jihandak.

“Saat ledakan terjadi, acara kebaktian di dalam terus berjalan. Tidak ada yang kaget. Ada 300 orang yang saat itu berada di dalam acara kebaktian di vihara. Saat ada ledakan biksu terus ceramah,” kata Ponijan Liaw salah seorang saksi.

Menteri Agama Suryadharma Ali mengunjungi Vihara Ekayana kemarin. Menurut Menag, ada pesan tertulis pada secarik kertas pada bom itu.

“Dari peristiwa yang terjadi semalam, tidak ada korban jiwa hanya ada korban satu lecet, tidak ada kerusakan, hanya saja dalam sebuah bom itu terdapat pesan pada secarik kertas bertuliskan ‘Kami mendengar jeritan Rohingya’,” jelas Menag.

“Dari peristiwa ini, ini jelas bukan merupakan aksi solidaritas. Ini merupakan perbuatan yang sangat terkutuk. Yang jelas sejak dahulu umat Muslim dan Budha hidup rukun berdampingan,” jelas Menag.

Aksi semalam, imbuhnya adalah aksi teror yang tidak terorganisir. Aksi ini juga dinilai Menag, memprovokasi antara umat Islam dan Budha.

Sementara, para peserta kebaktian baru menyadari adanya bom setelah dikabari ada satu orang terluka terkena serpihan kaca. “Korban yang terkena serpihan itu, ga biasa ikut kebaktian di sini. Dia sedang mau ke toilet,” ujar Ponijan.

Perangkat CCTV yang ada di dalam Vihara Ekayana menangkap sosok mencurigakan sebelum ledakan terjadi. Ada seorang pemuda berbaju putih yang kemungkinan terlibat dalam aksi pengeboman itu. “Pemuda berbaju putih terlihat membawa tas besar kemudian dia letakkan di belakang rak sepatu,” tutur Kepala Vihara Bhiksu Arya Maitri Mahatera.

Setelah meletakkan tas, pria itu lalu menata posisinya. Setelah jamaah berdatangan dan beribadah, pria itu lalu meletakkan satu tas lainnya di belakang patung. “Kemudian dia pergi menggunakan motor,” tutur Bhiksu Arya. Setelah pria berbaju putih itu pergi, 3 menit kemudian bom itu meledak.

Polisi sudah mengetahui jaringan teroris yang melakukan aksi teror peledakan bom di vihara. Motif di balik pengeboman itu juga sudah diketahui polisi.

“Kemungkinan dari Densus sudah bisa petakan dari kelompok mana dan tujuan apa sudah ada,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto.

Meski sudah mengantongi identitas kelompok teroris tersebut, Rikwanto mengatakan, pihaknya juga masih menelusuri apakah kelompok ini berkaitan dengan jaringan internasional atau tidak. “Kita masih duga apa ada kaitan teroris global atau lokal atau kasus-kasus lainnya,” ucapnya.

Rikwanto menjelaskan, jika kejadian tadi malam dikaitkan dengan penemuan bom di Bangka, Jakarta Selatan, beberapa bulan lalu maka hal itu memiliki kesamaan. Sebagaimana dimaksud, bom yang ditemukan di Bangka bertujuan untuk meneror Kedubes Myanmar.

“Kalau Vihara yang jadi sasaran, analisa bisa ke Bom Bangka yang rencananya ditujukan ke Dubes Myanmar, terkait reaksi ormas,” ujarnya.

Myanmar sendiri memang sedang menjadi sorotan internasional terkait kasus kekerasan yang menimpa umat muslim, Rohingya. Tetap Rikwanto belum bisa memastikan apakah itu memang berkaitan atau tidak. Alasannya, polisi masih melakukan pendalaman. (dtc)

Bagikan Berita Ini

  • Facebook
  • Twitter
  • Blogger