Home >> Headline >> Pintu Bendung HM Ardans Dibuka
PETUGAS dibantu BPBD dan relawan FMP Samarinda berupaya menutup rapat pintu air Bendung HM Ardans, malam tadi. Meski demikian, 500 warga di Kelurahan Air Putih mengungsi, karena kawasan tersebut tergenang setinggi lutut orang dewasa.
PETUGAS dibantu BPBD dan relawan FMP Samarinda berupaya menutup rapat pintu air Bendung HM Ardans, malam tadi. Meski demikian, 500 warga di Kelurahan Air Putih mengungsi, karena kawasan tersebut tergenang setinggi lutut orang dewasa.

Pintu Bendung HM Ardans Dibuka

500 Warga Air Putih Mengungsi

SAMARINDA – Tingginya debit air yang tertampung di Bendung HM Ardans, berlokasi di Jalan HM Ardans (Ring Road III) Samarinda Ulu, Samarinda membuat pintu air di Bendung tersebut terpaksa dibuka. Bendung dengan area seluas total 22 hektare itu hanya maksimal digunakan 9 hektare, hal itu buntut belum dibebaskannya 13 hektare lahan di Bendung tersebut.
Kondisi itu membuat petugas kewalahan dan terpaksa membuka pintu air sekitar pukul 16.00 WITA, Selasa (29/11).
Akibat luapan air di Bendung, sejumlah kawasan di Samarinda Ulu tergenang hingga setinggi lutut orang dewasa, kisaran 50 sentimeter. Informasi dihimpun Koran Kaltim di lokasi, malam tadi. Terdapat 4 RT yang tergenang akibat limpasan air, diantaranya RT 38, 39, 59 Kelurahan Air Putih.
Bahkan, genangan air juga menjalar ke Rus Jalan Pangeran Suryanata dan Gang Tinggiran, hingga Jalan Pangeran Antasari.
Data dihimpun, sebanyak 500 jiwa mengungsi akibat banjir semalam. Pembukaan pintu air diprediksi akan berlangsung selama 6 jam, hal itu dilakukan karena dikhawatirkan membuat Bendung jebol, jika tak mengurangi debit air yang tertampung. Selain itu, hindari air menggenangi perkebunan dan kawasan yang belum dibebaskan pemerintah.
“Warga terpaksa dievakuasi. Ada 4 RT RT tergenang di Kelurahan Air Putih. Data sementara 500 warga mengungsi ke dataran tinggi,” kata Ketua LPM Kelurahan Air Putih, Sutriyono kepada Koran Kaltim, malam tadi.
Meski sempat pertanyakan pembukaan pintu air di Bendung tersebut, Sutriyono yang juga Ketua RT 41 mengaku belum menerima konfirmasi terkait rencana penutupan pintu Bendung.
Sementara itu, Kasi Tanggap Drurat dan Evakuasi BPBD Samarinda, Abdul Rahman menjelaskan, pihaknya fokus pada Bendung HM Ardans yang telah terbuka. Khususnya untuk evakuasi dan kerahkan relawan membantu warga.
“Kami sudah periksa sumbernya, ternyata pintu air tidak bisa ditutup penuh, karena terganjal kayu. Saat ini tim sedang turun dan cek kayu, ternyata tidak ada. Masalah ini masih ditelusuri dan cari solusinya,” kata Rahman, semalam.
Sementara itu, PPTK Bendung HM Ardans, Fadli Kasim dilokasi, semalam menjelaskan, saat posisi air surut, dilakukan buka tutup pintu air. Bahkan, pola itu dilakukan dan tak pernah ada masalah. Namun, saat ini baru ada masalah, karena tak bisa ditutup rapat.
“Ada 6 meter yang terbuka, sekrang masih tersisa 30 sentimeter. Semoga setelah 6 jam kemudian, air bisa surut 2 meter dan pintu bisa tertutup rapat,” kata Kasim.
Adapun penyelam dari Forum Masyarakat Peduli (FMP) Samarinda, H Mahadi menambahkan, kondisi di bawah pintu Bendung HM Ardans terdapat benjolan, karena cor beton di rel pintu air tidak rata. Hal itu membuat pintu air tersendat, dan tidak bisa ditutup rapat.
“Jalur rel pintu tidak rata, di kedalaman 3-4 meter ada benjolan. Tapi, kedalaman 4 meter kebawah terkendala lampu penerangan, karena menyelam tanpa alat. Pintu yang terbuka hanya 4 meter,” tambah Mahadi, malam tadi. (man)