Home >> PPU - Paser >> PKH Paser Capai 2.700 Peserta

PKH Paser Capai 2.700 Peserta

TANA PASER – Saat ini, Kabupaten Paser memiliki sekitar 2.700 peserta Program Keluarga Harapan (PKH). Dari jumlah tersebut, Kementerian Sosial (Kemensos) RI mengharapkan Kelompok Penerima Manfaat (KPM) PKH bisa lulus sebesar 95 persen di Paser.
“Saat rapat koordinasi PKH se-Kaltim di Balikpapan pekan lalu, pemateri dari Kemensos RI Bapak Mardi menyampaikan secara khusus, Paser akan menjadi kabupaten yang diharapkan KPM PKH bisa lulus sebesar 95 persen,” kata Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Paser, Jamilah Fitriah kemarin.
Kemensos RI menginginkan PKH dapat menghasilkan lulusan peserta jauh lebih banyak daripada yang masuk transisi. Tak tanggung-tanggung, pihak Kemensos RI mematok angka 90 persen dari KPM PKH secara nasional yang harus keluar dari garis kemiskinan. “Graduasi peserta PKH akan dilakukan pada 2019 mendatang, nantinya ada dua kemungkinan, yakni KPM keluar dari kategori miskin atau tidak. Untuk KPM yang masih termasuk kategori miskin, akan mengikuti program transisi selama tiga tahun,” ucapnya.
Diakui, target tersebut terlampau tinggi untuk dicapainya. Kendati begitu, pihaknya tetap optimis bisa mencapainya. Karena, Dinsos Kabupaten Paser telah melakukan sejumlah upaya menuju graduasi 95 persen sejak tahun lalu.
“Upaya menuju ke arah itu (graduasi 95 persen) sudah dilakukan sejak tahun lalu. Yaitu, mengikutkan mereka pada Kelompok Usaha Bersama yang saat ini sudah jalan untuk 10 kelompok di Long Kali. Ke depan, kami upayakan agar kegiatan ini hadir di kecamatan lain,” ujarnya.
Dikatakan, pihaknya telah merencanakan dua cara yang bisa dilakukan sebagai upaya mencapai target Kemensos RI ini. Pertama, meneruskan program Usaha Ekonomi Produktif (UEP) seperti yang masih dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim. “Sedangkan cara kedua, ialah Dinsos bisa mengajak sejumlah instansi lainnya terlibat untuk membina KPM PKH. Misalnya, kalau ada KPM yang tertarik beternak hewan, maka akan diarahkan ke Dinas Peternakan untuk membinanya,” sebutnya.
Begitu pula dengan KPM PKH yang ingin berwiraswasta, maka akan diarahkan kepada Dinas Perdagangan, Koperasi (Disperdagkop) dan UKM setempat. Guna melakukan pembinaan lebih lanjut. “Jika kedua cara ini bisa maksimal dilakukan, kami yakin KPM PKH di Kabupaten Paser bisa keluar dari jurang kemiskinan sesuai target Kemensos RI,” pungkasnya. (sur)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*