Kandungan Gizi Durian
Jumlah Per 100 g
Kalori (kcal) 147
Jumlah Lemak 5 g
Kolesterol 0 mg
Natrium 2 mg
Kalium 436 mg
Jumlah Karbohidrat 27 g
Serat pangan 3,8 g
Protein 1,5 g
Vitamin A 44 IU Vitamin C 19,7 mg
Kalsium 6 mg Zat besi 0,4 mg
Vitamin B6 0,3 mg Vitamin B12 0 µg
Magnesium 30 mg
Polisi Buru Pemimpin Padepokan Dimas Kanjeng di Samarinda

Polisi Buru Pemimpin Padepokan Dimas Kanjeng di Samarinda


korankaltim
korankaltim
2016-10-11 07:00:16
JAKARTA - Pemimpin Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng (YPDK) Majelis Ta’lim Daarul Ukhuwah Sumaryono menghilang dari padepokannya di Jalan Ir Sutami, Karang Asam Ulu, kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, Kalimantan Timur. Kini keberadaan dia tengah diselidiki kepolisian.

Pencarian Sumaryono, yang bergelar Sultan Agung dari Dimas Kanjeng sejak November 2015 lalu, bukan tanpa alasan. Pasalnya, padepokan itu dilaporkan pengikutnya, Sabtu (8/10) lalu, ke Polresta Samarinda. Pelapor mengaku uang tunai yang dia setorkan Rp23,5 tidak kunjung tergandakan seperti yang dijanjikan.

“Iya, kita sedang selidiki keberadaannya Sultan Agung,” kata Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Sudarsono, kepada merdeka.com, Senin (10/10) sore.

Informasi yang didapat, Sumaryono berangkat ke Jawa Timur, pascapenangkapan Dimas Kanjeng. Terlebih lagi, pascapelaporan pengikutnya ke kepolisian, Sumaryono belum menampakkan diri di padepokannya. Dia sempat dikabarkan akan pulang ke padepokan, pada Jumat (7/10) lalu.

“Waktu ditutup padepokan itu sementara waktu oleh Pemkot Samarinda pada 6 Oktober 2016 lalu, pemimpin padepokan (Sumaryono. Red) sebelumnya sudah berangkat ke Jawa. Jadi kita masih selidiki keberadaannya,” ujar Sudarsono.

“Laporan korban ke Polres terkait dugaan pidana penipuan pasal 378 KUHP. Kita sidik lebih jauh terkait keterangan korban. Kita juga terus terbuka untuk korban lain yang melapor,” ungkap Sudarsono.

Lanjut dikatakan, “Kalau saat melapor, korban sudah serahkan uang dengan janji digandakan. Untuk itu, kita lidik keberadaannya, kita mau minta keterangannya,” tambahnya.

Sementara di padepokan, Sumaryono juga tidak terlihat. Dua hari terakhir, cuma terlihat satu dua orang yang bertugas sebagai penjaga padepokan. Sementara anak dan istri Sumaryono, baru-baru ini terlihat, namun tidak tinggal padepokan, melainkan tinggal di rumah orangtua Sumaryono.

“Kalau Pak Sumaryono masih di Jawa. Istri dan anaknya, di rumah orangtua Pak Sumaryono tidak jauh dari padepokan,” kata Suyamto, tetangga seberang padepokan di RT 22 kepada merdeka.com.

Diterangkan Suyamto, warga setempat tetap berjaga-jaga, mengingat tiap Selasa malam Rabu, padepokan menggelar pengajian. Padahal, padepokan ditutup sementara oleh Pemkot Samarinda.

“Kalau karton pemberitahuan padepokan ditutup masih ada terpasang. Cuma mungkin belum banyak yang tahu ya. Jadi, warga yang akan memberitahunya kalay padepokan ditutup sementara. Kalau warga sih maunya ditutup selamanya, bukan sementara,” ujar Suyamto. (mer)

loading...

baca LAINNYA